KAMIS, 4 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed De Rosary
MAUMERE—Semenjak tanggal 1 Februari 2016 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka telah menetapkan kabupaten Sikka berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah.Penetapan status KLB ini dilakukan setelah melihat adanya peningkatan penderita penyakit Demam Berdarah sebanyak tiga kali lipat di bulan Januari 2016 jika dibandingkan dengan bulan Januari 2015.
![]() |
| dr.Maria B.S Nenu,MPH,Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka |
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka,dr.Maria Bernadina Sada Nenu,MPH kepada Cendana News yang menemuinya Kamis (4/2/2016). Maria yang dijumpai usai rehat kerja bakti membersihkan komplek kantor dinas mengatakan, jumlah penderita DBD (Demam Berdarah Dengue) di bulan Januari 2016 mencapai 53 kasus. Penderita paling banyak berumur 15 tahun ke bawah dan juga terdapat belasan balita yang terserang DBD.
“Tidak ada korban jiwa dan dari sejumlah kasus ini penderita paling banyak terdapat di kecamatan Alok Timur,” ujar Maria.
Tanggal 1 Februari, Bupati Sikka bersama Dinkes Sikka melakukan rapat koordinasi bersama tiga camat yakni Alok, Alok Barat dan Alok Timur serta 13 lurah dan 3 kepala puskesmas di dalam kota Maumere dan menetapkan sejak tanggal tanggal 01 Februari 2016 menjadi keguatan bersama memberantas demam berdarah. Gerakan 3 M yakni Plus menutup,mengubur dan menguras serta melakukan upaya agar tidak digigit nyamuk seperti menggunakan obat nyamuk, pasang kassa nyamuk, pakai kelambu dan lainnya.
“Masyarakat juga harus membiasakan pola hidup bersih sehat dengan memakan makanan dengan giziseimbang sehingga daya tahan tuuhnya meningkat,Penyakit ini kan karena virus,” tambah Maria.
Perilaku hidup masyarakat juga perlu diperbaiki.Hari ini,Kamis (4/2/2016) ungkap Maria,semua pegawai negeri dikerahkan untuk melakukan pembersihan lingkungan sekitar bersamaanak-anak sekolah,tetapi tetap tiap hari jumlah sampah yang dibuang di sembarang tempat masih banyak dijumpai.Masyarakat harus membersihkan rumah dan lingkungan sekitar jangan hanya menunggu pegawai negeri saja dan dilakukan seminggu sekali.
Dinas Kesehatan Sikka sambung Maria sudah melakukan promosi kesehatan sejak awal bulan Februari 2016 di radio,melakukan pembukaan Lagun,pembagian Abate ke masyarakat dan sekolah-sekolah.Sebenarnya sistem kewaspadaan dini ini harus dimulai sejak awal pergantian musim namun lurah dan camat harus menjadi penggerak di masyarakat.
“Lurah,camat,pengurus RT dan RW harus menggerakan masyarakat untuk membersihkan lingkungannya.Jangan setelah adanya kejadian luar biasa baru dilakukan kerja bakti membersihkan lingkungan,”tandas Maria.
Dokter Asep Purnama,dokter spesialis penyakit dalam dan relawan Malaria dan Rabies dan bertugas di RS TC Hillers Maumere saat ditemui Cendana News Kamis (4/2/2016). Dikatakan dokter Asep,tak bisa kita pungkiri kasus demam berdarah yang selama ini biasa terjadi di Pulau Jawa, kini mulai merambah Sikka.
Rumah sakit TC Hillers sebut dokter Asep beberapa minggu ini selalu menangani pasien dema Pada dasarnya penyebab demam berdarah yakni perilaku, selama perilaku masyarakat benar maka virus ini tidak berkembang biak. Perilaku benar urai dokter Asep dimana rutin melakukan gerakan 3 M Plus. Kabupaten Sikka mendapat jatah 137 ribu kelambu dan sudah dibagikan sejak tahun 2014.
“Masyarakat harus dibiasakan tidur di dalam kelambu. Kan ada pembagian kelambu, jangan kelambunya dipakai untuk menjaring ikan,”pinta dokter Asep.
Disaksikan Cendana News hampir di setiap sekolah dan kantor pemerintah sejak pukul 08.00 WITA dilakukan kerja bakti massal membersihkan areal kantor dan sekolah.Rumput-rumput dan sampah yang bertebaran di areal kantor dan sekolah dibersihkan. Saluran air di depannya juga turut dibersihkan. Menjelang pukul 09.30 WITA aktifitas kerja bakti dihentikan.