SENIN, 29 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Turmuzi
MATARAM — Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Nusa Tenggara Barat (NTB), Wildan mengatakan, keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) perlu dimaksimalkan untuk mendorong dan melahirkan banyak tenaga terampil, sehingga lulusan yang dihasilkan nantinya bisa bekerja di sektor formal.
![]() |
| Pencari Kerja ikuti Job Fair di NTB |
“Keberadaan BLK yang ada di NTB sekarang ini perlu lebih dimaksimalkan lagi, apalagi kita juga memiliki BLK nasional di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), sehingga masyarakat yang hendak menjadi TKI ke luar negeri juga bisa diminimalisir, terutama dari masyarakat usia muda produktif,” kata Wildan di Mataram, Senin (28/2/2016).
Kalau sudah memiliki keterampilan, kalaupun nanti sebagian dari masyarakat NTB tetap memilih bekerja ke luar negeri, mereka tidak lagi bekerja di sektor non formal sebagai buruh kasar, kuli bangunan atau pembantu rumah tangga, tapi bisa bekerja di sektor formal.
Dikatakan, selama ini sebagian masyarakat NTB yang bekerja ke luar negeri masih banyak bekerja di sektor non formal, seperti buruh sawit atau bangunan kalau di Malaysia dan pembantu rumah tangga di Arab Saudi dan rawan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari majikan, mulai dari penganiayaan, penyiksaan, gaji ditahan sampai berujung kematian.
“Kalau sudah bekerja di sektor formal, selain lebih dihargai, baik dari segi penghormatan maupun penggajian juga lebih menjanjikan dibandingkan bekerja di sektor non formal,” ungkapnya.