SABTU, 13 FEBRUARI 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul
SUMENEP — Barang antik berupa ukiran khan Sumenep, Jawa Timur diminati oleh kolektor mancanegara. Selain langka, keindahan serta seni yang terpahat di kayu pilihan menimbulkan corak warna yang enak dipandang.
| Tempat tidur kuno dengan ukiran khas Sumenep |
“Barang-barang langka yang umurnya sudah ratusan tahun memang memiliki corak khas yang berbeda, selain ukiran yang sangat bagus, motif kayu juga terlihat indah, sehingga menimbulkan corak warna yang enak dipandang,”sebut salah seorang kolektor barang antik, Najib Al Hadad, Sabtu (13/2/2016).
Disebutkan, ukiran khas Sumenep sangat sulit dicari, karena merupakan barang kuno yang umurnya mencapai ratusan tahun. Salah satu cara mendapatkannya, peninggalan nenek moyang masyarakat daerah ini yang dijual oleh ahli warisnya.
“Jadi barang-barang itu memang asli dari daerah Madura khususnya Sumenep. Kami membeli dari masyarakat yang ingin menjual barang antik peninggalan nenek moyangnya tersebut,” jelasnya, Jumat (13/2/2016).
Dijelaskan, kekhasan ukiran Sumenep sangat berbeda dengan daerah lain yang ada di Jawa Timur. Perbedaan corak dan warna menyebabkan pangsa pasar di luar Negeri lebih mudah.
Barang-barang yang ia koleksi diantaranya, tempat tidur, lemari, alat tenun membatik dan gantungan baju yang memang digunakan oleh masyarakat Sumenep pada zaman terdahulu. Sedangkan harga barang-barang kuno ini sangat bervariasi dari harga Rp. 5.000.000 hingga Rp.65.000.000.
Sementara untuk pangsa pasar manca negara, biasanya mereka memasarkan barang antik tersebut ke negara, seperti, Prancis, Amerika dan Australia, namun selain itu juga memasarkan barang-barang kuno itu di wilayah Indonesia, seperti, Bali, Jakarta dan Jawa Tengah.