Banjir Bandang Terjang Bengkayang, Akses Lintas Negara Putus

SABTU, 20 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Istimewa

PONTIANAK — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat, TTA Nyarong menyebutkan, banjir bandang yang terjadi di di ?Desa Lumar? Kecamatan Lumar?, Kabupaten Bengkayang memutuskan jembatan penghubungan antara RI dengan Malaysia pada  ?Jumat malam 19 Februari 2016, pukul 19.00 WIB.
Jembatan ambruk 
Disebutkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Pihaknya masih mendata daerah lain yang terkena bencana banjir dan tanah longsor yang juga  terjadi di Jalan  Swadaya Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan  Bengkayang, pada Jumat malam pukul 19.00 wib hingga pukul 00.00 WIB.
“Ketinggian banjir 1,50 meter,menggenangi 20 rumah penduduk. 20 orang perempuan dan anak-anak terjebak dalam banjir bandang ini. Sudah dievakuasi oleh tim BPBD, St Pol PP, Damkar, Tagana, TNI/Polri dan masyarakat,” kata Nyarong, saat dihubungi di Pontianak, Sabtu 20 Februari 2016.
Nyarong menjelaskan, pada saat yang sama jembatan sepanjang 12 meter Sungai Ledo di Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar, ambruk.
“Ke arah Ledo putus. Sehigga arus lalu lintas menuju Ledo dan batas Negara, Malaysia, arah Jagoi Babang putus total,” jelasnya.
Untuk penanganan, kata Nyarong, pihaknya sudah meminta bantuan Pemeritah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas PU.
 ”Untuk jembatan besi sementara ditutup. Karena melihat kondisi di lapangan tidak mungkin untuk ditangani, karena terganggu batang kelapa,” katanya.
Nyarong juga menyampaikan, BPBD Kalbar meminta Pemkab Bengkayang untuk segera mencari alternatif untuk membuka akses jalan. 
“Dan ini telah dilakukan sesuai Komitmen Pemkab Benkayang sudah nenetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Bantingsor , itu buktinya tidak ada permasalahan dalam menanggulangi bencana di suatu daerah,” kata Nyarong, menutup pemicaraanya. 
Lihat juga...