MINGGU, 3 JANUARI 2015
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed De Rosary
MAUMERE—Mengisi awal tahun 2016 dengan bertamasya merupakan sebuah keharusan bagi banyak warga kabupaten Sikka.Saat mengitari beberapa destinasi wisata, Minggu ( 03/01/2016 ) pagi hingga siang, Cendana News menemukan seluruh pantai wisata dipadati wisatawan lokal.

Bermula dari pantai Paris di dalam kota Maumere, pantai belang di Wailiti sepanjang 8 kilometer arah barat kota Maumere hingga menyusuri jembatan bambu di tengah hutan bakau Ndete desa Reroroja kecamatan Magepanda sejauh 29.5 kilometer ke arah barat kota Maumere hampir semuanya dipadati wisatawan lokal yang ingin bertamasya.
Para wisatawan menggunakan angkutan sepeda motor, mobil pribadi hingga truck dan pick up yang ditutupi terpal guna mengangkut anggota keluaraga dan kelompok masyarakat. Hampir semua wisatawan yang datang dalam rombongan membawa serta makanan dan minuman.Meski air laut sedang surut, mereka rela menunggu hingga siang saat air laut pasang agar bisa berenang.
Banyak juga wisatawan yang datang membawa pisang, songkong, ayam dan ikan dan dibakar di tepi pantai, Saat berada di pantai Kajuwulu, cendana News menemukan rombongan wisatawan asal kampung nelayan Wuring di kota Maumere yang datang dengan membawa ban dalam mobil yang digunakan sebagai pelampung untuk berenang. Juga terlihat anak – anak kecil dan remaja yang mandi dilaut dan berpose bersama.

“ Hari ini masih kurang ramai, kalau kemarin kami parkir kendaraan saja sampai di pekarangan rumah saya yang jaraknya 150 meter dari pantai. Hari ini ada acara dari Polres Sikka sehingga ramai “ ujar Endi Dinong pemilik patai wisata Belang yang ditemui Cendana News di pondoknya.
Selain itu, Abdul Kadir seorang pemuda asal Wuring yang dijumpai Cendana News di deretan pantai Kajuwulu mengatakan, dirinya datang bersama teman-teman anak muda di desa mereka menggunakan sepeda motor. Ditambahkan Kadir rombongannya terdiri dari 20 orang dengan mengendarai 10 sepeda motor.
“ Kami sering kesini tapi saat awal tahun baru ini ramai sekali, jumlahnya hampir tiga kali lipat dari hari libur. Kami bawa ayam dan nasi bungkus dan kami makan bersama di pantai “ ujar Kadir.

Hal senada juga disampaikan Nur Fatimah warga kelurahan Kota Uneng, Maumere yang datang bersama sanak keluarganya menumpang mobil pick up.Dikatakan Nur,tadinya mereka hendak ke pantai Paris di dekat terminal luar kota arah timur namun ramai sekali sehingga beralih ke pantai Kajuwulu.
“ Sekarang sudah banyak orang yang memanfaatkan hari libur untuk piknik atau tamasya. Saya juga kaget tadi saat tiba disini karena hampir sepanjang pesisir pantai dipadati pengunjung “ tutur Nur.
Nur pun bertanya kenapa Cendana News memotret dan saat dikatakan untuk menulis berita dirinya langsung meminta agar disaampaikan kepada pemerintah daerah kabupaten Sikka agar memperhatikan tempat wisata. Jika dibangun fasilitas memadai dan dikelola dengan baik tentunya bisa mendatangkan pendapatan bagi daerah.

“ Tadi kami di sebelah timur tapi ada penjaga yang bawa parang dan minta bayar parkir serta biaya untuk duduk – duduk di pantai sehingga kami ke sini saja karena gratis dan lebih aman ‘ ungkap Nur.
Disaksikan Cendana News, pantai Kajuwulu hingga Kolisia sepanjang hampir 3 kilometer ini dipadati ribuan wisatawan lokal. Para wisatawan lebih memilih duduk di pasir putih sembari bercengkerama dan sesekali bermain pasir di bibir pantai. Menjelang sore hari banyak wisatawan yang menceburkan diri ke laut dan sesudahnya pulang karena tidak ada kamar mandi dan WC di tempat ini.
Selain di Kajuwulu, Cendana News yang menyambangi hutan bakau dan jembatan bambu di Ndete desa Reroroja menemukan hal serupa. Namun pengunjung di tempat ini tidak terlalu banyak. Rata-rata yang datang menggunakan sepeda motor dan berpasangan. Di pantainya pun tidak terlalu ramai hanya terlihat lima rombongan wisatawan saja yang duduk bergerombol sementara yang lain sibuk keliling hutan bakau dan menikati danau buatan di tengah hutan bakau.