Bandara Adisucipto Yogyakarta Siaga Kuning

JUM’AT, 15 JANUARI 2016
Jurnalis: Koko Trarko / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Koko Triarko

YOGYAKARTA—Pasca terjadinya pengeboman di Sarina, Jakarta, pengamanan Bandara Adisucipto Yogyakarta diperketat. Penambahan personil dari TNI AU dilakukan, termasuk menyiagakan brigadir anjing pelacak dan personil intelijen.


Bandara udara internasional Adisucipto sebagai salah satu tempat vital di Yogyakarta, semakin diperketat pengamanannya, menyusul peristiwa teror bom yang terjadi di Sarina, Jakarta. Bahkan sebelumnya, beberapa kali petugas keamanan Bandara Adisucipto mengamankan sejumlah calon penumpang yang mengaku-aku membawa bom. 
Manajer Operasional Bandara Adisucipto Yogyakarta (Airport Operation Head and Read Department Head) Alif Krisno Hidayat, ditemui di Kantor Angkasa Pura I, Jumat (15/1/2016), mengatakan, pengamanan di bandara pada intinya sudah dilakukan secara intensif dengan menyatakan status Siaga Kuning. Bahkan, status siaga kuning sudah ditetapkan sejak 24 November 2015. 
“Untuk itu, kami berkoordinasi dengan TNI AU dan unsur pengamanan lainnya”, ungkap Alif.
Sementara itu berkait pengamanan ekstra pasca teror bom di Sarina, Jakarta, pihaknya menambah jumlah personil keamanan dari TNI AU sebanyak 25 orang, sehingga total personil dari TNI AU menjadi 38 orang. Kecuali itu, juga disiagakan brigadir anjing pelacak, penambahan personel intelijen dan giat patroli di sejumlah titik-titik tertentu di kawasan bandara. 
Pengetatan keamanan juga dilakukan dengan memeriksa setiap kendaraan yang akan masuk ke kawasan bandara dengan menggunakan alat mirror detection. Sejumlah kamera CCTV juga dioptimalkan, serta pemeriksaan menggunakan X Ray lebih diintensifkan lagi. Pemeriksaan ketat diterapkan tidak hanya terhadap kendaraan dan barang bawaan, namun juga calon penumpang.
Alif mengatakan, pihaknya tidak mentolerir setiap potensi gangguan keamanan yang mungkin bisa terjadi, sehingga siapa pun yang dianggap membahayakan akan diperiksa sesuai standar operation prosedur (SOP). Karenanya, tidak ada pemakluman bagi calon penumpang yang dengan alasan apa pun bercanda atau berbohong membawa bom. Alif mengakui jika pemeriksaan yang ketat, barangkali memang merepotkan bagi calon penumpang. Namun, ditegaskannya bahwa semua itu demi keselamatan calon penumpang sendiri. Hal itu karena tidak ada yang bisa menjamin pesawat itu aman, kecuali dengan pemeriksaan. 
Lihat juga...