![]() |
| Air hujan yang ditampung warga menggunakan ember dan baskom digunakan untuk menyiram tanaman |
LAMPUNG — Hujan yang mulai turun sejak Minggu (1/11/2015) disambut dengan rasa syukur oleh masyarakat terutama warga yang memiliki tanaman dilahan pertanian hingga di dalam pot. Dengan menggunakan bak serta ember penampungan. Turunnya hujan tersebut bahkan membersihkan debu debu yang menempel di daun daun pepohonan milik warga yang sebagian besar sudah kering dan mati.
“Meski hanya sekitar setengah jam tapi hujan yang turun sejak tadi bisa membasahi tanah, tanaman serta saya bisa menampung air hujan untuk menyiram tanaman dan persediaan,”ungkap Kuwadi warga Desa Klaten Kecamatan Penengahan Lampung Selatan di rumahnya Selasa (3/11/2015).
Menurut Kuwadi, sudah tiga bulan lebih tidak turun hujan di wilayah Penengahan dan sekitarnya. Bahkan air sungai di Way Pisang menurun debitnya meski masih mengalirkan air, demikian juga sumur warga sudah kering. Warga terpaksa mencari air keluar kampung. Bahkan, ada warga yang terpaksa membeli air galon isi ulang.
Hujan juga mengguyur wilayah Klaten Kecamatan Penengahan dan sekitarnya meski hanya berdurasi tidak lama, namun curah hujan cukup deras, sehingga jalanan aspal dan tanah yang kering diselimuti debu menjadi basah dan tergenang air. Air hujan tampak membasahi jalan lintas Sumatera. Debu jalan yang tebal kembali menghilang setelah hujan turun sekitar 30 menit.
Sebelumnya dari informasi yang media CDN peroleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung mengingatkan warga untuk waspada terhadap cuaca ekstrim yang terjadi memasuki awal November ini. Dari sumber BMKG beberapa wilayah Lampung yang mulai diguyur hujan berdasarkan prakiraan diantaranya, Gunung Sugih, Menggala, Blambangan Umpu, serta beberapa wilayah di Provinsi Lampung yang mulai dilanda hujan dengan intensitas ringan.
Selain itu berdasarkan informasi BMKG, diperkirakan terjadi berpotensi hujan lebat disertai kilat petir dan angin kencang pada pukul 12.45 Wib di Lampung Selatan (Merbau Mataram). Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 15.30 WiB dan meluas ke sebagian besar Bandar Lampung, sebagian wilayah Lampung Selatan diantaranya wilayah KecamatanTanjung Bintang, Jati Agung, Kabupaten Pesawaran yaitu Kecamatan Padang Cermin, Gedong Tataan, Way lima, Kabupaten Tanggamus di Kecamatan Kelumbayan Barat.
Sementara potensi hujan juga terjadi di Kabupaten Pringsewu di Kecamatan Gading Rejo, Ambarawa, Pringsewu, dan Pardasuka, Kabupaten Lampung Tengah di Kecamatan Seputih Raman, Gunung Sugih, Kota Gajah, Punggur, serta kabupaten Lampung Timur yakni Kecamatan Raman Utara, Purbolinggo, Batanghari Nuban, Pekalongan.
Warga berharap bulan November ini hujan dengan intensitas besar mulai turun agar warga yang memiliki lahan pertanian bisa kembali melakukan aktifitas bercocok tanam. Selain itu warga berharap hujan bisa mengembalikan jumlah pasokan air yang berada di sumur warga sehingga warga tak perlu lagi membeli air.
![]() |
| tanaman di dalam pot |

JURNALIS : HENK WIDI
Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.
