![]() |
| Ratusan ternak unggas yang masih kecil |
LOMBOK TENGAH — Meski kualitas produksi bibit ternak unggas di Nusa Tenggara Barat tinggi, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah, tapi belum sepenuhnya mampu diimbangi dengan pengetahuan tentang bagaimana melakukan perawatan terhadap ternak unggas yang dipelihara dalam jumlah besar.
“Selain masalah pemasaran, perawatan juga menjadi salah permasalahan yang dihadapi hampir sebagian peternak unggas, makanya ketika ternak unggas tiba – tiba mati atau tidak bisa panen tepat waktu, banyak peternak sering panik dan kebingungan cara mengatasi masalah tersebut,” kata Hamidi Atmaja, peternak unggas Desa Pengembur Lombok Tengah, Senin (10/11/2015).
Padahal ketika masalah tersebut terjadi, jelas akan berdampak besar dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi peternak, meski memang potensi resiko mengalami kerugian itu sudah pasti ada dalam setiap menjalankan usaha termasuk bisnis ternak ayam.
Judin, peternak itik pedaging lain mengatakan, bisnis ternak unggas baik petelur maupun pedaging terutama di Kabupaten Lombok Tengah bagian selatan, sebenarnya memiliki prospek cukup menjanjikan hanya dalam menjalankan usaha ternak unggas dibutuhkan ketekunan.
Ia mengatakan, beternak unggas itu tidak bisa sambilan, harus serius supaya bisa memberikan hasil maksimal, hanya saja memang belum semua peternak memahami secara baik bagaiman melakukan perawatan bagus.
“Saya sendiri beternak unggas itik pedaging jumlahnya mencapai 200 itik, dari 200 tersebut memang ada saja yang mati hingga menjelang panen, tapi itulah usaha,” kata Judin
Judin sendiri melakukan panen itik pedaging setelah berumur 40 hari dan bulan ini sudah mulai panen dan dijual ke pengempul dengah harga satu ekor mencapai 36 ribu.

JURNALIS : TURMUZI
Jurnalis Cendana News wilayah NTB. Bergabung dengan Cendana News sejak awal tahun 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, jurnalis dan fotografer lepas untuk beberapa media online dan cetak.
Akun twitter : @muzitur00