MANADO — Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur, memamerkan puluhan produk unggulan daerah di kota Manado, Sulawesi Utara. Pameran produk unggulan dari Pemprov Jawa Timur itu, dilakukan di salah satu pusat perbelanjaan terbesar yang berada di kawasan Boulevard kota tersebut.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan (Disperindag) Pemprov Jawa Timur Irwan Sudrajat kepada Cendana News pada Rabu (28/10/2015) siang mengatakan, ada 40 stand yang disiapkan Pemprov Jawa Timur dalam pameran, dan setiap stand memberikan tampilan yang berbeda.
Kata Sudrajat dari 40 stand yang tampil dalam pameran itu semua merupakan produk unggulan dan investasi yang ada di Jawa Timur, mulai dari makanan olahan, kain, batik Jawa, assesoris wanita dan pria, serta puluhan produk unggulan lainnya.
“Kita mengajak seluruh masyarakat Sulut untuk datang ke lokasi pameran ini, karena semuanya bisa didapat di sini dengan harga terjangkau dan tidak perlu ke Jawa Timur”, katanya.
Menurut Sudrajat untuk harga produk unggulan yang ada di pameran ini, berkisar dari Rp 20.000 hingga Rp 300.000 dan warga bebas memilih produk apa yang akan dibeli dalam pameran itu.
“Semua bisa didapat disini dengan harga miring dan tak perlu ke pulau Jawa” ungkapnya.
Sudrajat menambahkan pula, dipilihnya Manado Sulawesi Utara (Sulut) sebagai tempat untuk pameran produk unggulan, karena Manado menjadi salah satu pusat bisnis yang ada di kawasan timur Indonesia yang sudah berkembang dan banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun nasional, sehingga Pemprov Jawa Timur memilih tempat di Manado untuk pamerkan produk unggulan daerah.
“Manado sudah mendunia, sehingga Pemerintah memilih daerah ini untuk pameran produk unggulan”, pungkasnya.
Sementara itu, Asisten 2 Pemprov Sulut, Sanny Parengkuan kepada Cendana News saat mendampingi perwakilan Pemprov Jawa Timur meninjau stand pameran menegaskan, Pemprov Sulut sangat mendukung pameran produk unggulan yang dilakukan Pemprov Jawa Timur, dan ini akan membuka hubungan bilateral antara kedua Pemerintah daerah, sehingga kedepannya bisa saling bertukar informasi terutama dalam produk unggulan perdagangan.
“Ini salah satu bentuk kerjasama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN di akhir tahun 2015 nanti, sehingga potensi daerah semakin terkenal di daerah lain,” kata Perengkuan.
RABU, 28 Oktober 2015
Jurnalis : Ishak Kusrant
Foto : Ishak Kusrant
Editor : ME. Bijo Dirajo