Mahasiswa dan Dosen Universitas Brawijaya Gelar Shalat Istisqa

Shalat Istisqa
MALANG — Musim kemarau yang berkepanjangan mendasari masyarakat, institusi, TNI, kepolisian hingga sekolah dan perguruan tinggi di berbagai daerah melakukan shalat Istisqa. Di Kota Malang sendiri, setelah beberapa hari yang lalu TNI bersama masyarakat menggelar shalat Istisqa di lapangan Rampal, kini giliran ratusan mahasiswa dan dosen Universitas Brawijaya (UB) menggelar shalat meminta hujan. Tidak hanya mahasiswa dan dosen, shalat Istisqa yang di laksanakan usai melaksakan shalat Jum’at dan digelar di dalam Masjid Raden Patah (UB) ini juga diikuti oleh masyarakat sekitar.
Sebelum melaksanakan shalat Istisqa, Ustad Drs. Khusnul Fathoni, M.Ag selaku Imam shalat sekaligus khotib menjelaskan kepada para jamaah tata cara pelaksanaan shalat Istisqa. Usai menjelaskan tata cara shalat yang pelaksanaannya sama dengan shalat Idul Fitri dan Idul Adha, para jamaah langsung melaksanakan shalat Istisqa.
Shalat yang dikerjakan sebanyak dua rakaat ini berlangsung dengan khusuk. Usai melaksanakan shalat Istisqa, para jamaah mendengarkan khutbah singkat dari khotib.
Dalam khutbahnya, ustad Khusnul Fathoni menjelaskan, bahwa setiap musibah yang menimpa sesungguhnya merupakan ujian bagi umat manusia untuk mengetahui siapa yang benar-benar beriman siapa yang tidak. 
Setiap musibah juga merupakan teguran dari Allah bagi umat manusia yang khufur akan nikmatnya dan teguran bagi umat manusia yang melakukan kerusakan di muka bumi seperti bencana kekeringan dan musibah kebakaran hutan yang menimpa bangsa Indonesia sekarang ini yang diakibat oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Setiap musibah juga merupakan sunatullah. 
“Tidak ada satu musibahpun yang akan menimpa suatu kaum tanpa seijinnya. Oleh karena itu marilah kita semua segerakan memohon ampun dan bertobat serta melakukan amal sholeh agar bencana kekeringan ini bisa segera berakhir,”jelasnya.
Sementara itu, Alfianto salah satu Mahasiswa yang ikut melaksanakan shalat Istisqa berharap sekali agar hujan bisa segera turun.
“Di kota Malang selama ini biasanya hanya terlihat mendung saja tetapi tidak turun hujan. Kalaupun pernah turun hujan itu hanya gerimis dan berlangsung hanya sebentar,”ujarnya.
Dia berharap dengan diadakannya shalat Istisqa ini semoga hujan bisa segera turun di kota Malang dan semoga tidak hanya kota Malang yang diguyur hujan tetapi juga mengguyur beberapa daerah lain di Indonesia terutama daerah-daerah yang mengalami musibah kebakaran hutan.
Jurnalis/Foto   : Agus Nurchaliq
Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur/Malang.
Gabung dengan Cendana News Maret 2015. 
Akun twitter : @shugabst2
JUMAT, 30 Oktober 2015
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...