| Journalist Retreat 2015 di Danau Cinta Papua |
JAYAPURA — Cerita dari ujung timur Indonesia, menjadi kesan tersendiri bagi jurnalis Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat. Ikuti trip wisata jurnalist dalam rangkaian kegiatan Journalist Retreat 2015 yang berlangsung sejak 16-17 Oktober.
Sehari sebelumnya, Jumat (16/10/2015) jurnalis dari daerah Ambon-Maluku, Ternate-Maluku Utara, Manokwari-Papua Barat dan Kota Jayapura-Papua, mendapatkan pelatihan laporan keuangan yang dirangkai dalam satu paket pemahaman definisi kata serta trik mencari berita ekonomi, khususnya laporang keuangan sebuah bank, instansi pemerintah dan lainnya yang telah dipublish.
Pelatihan yang menguras otak tersebut, diobati dengan trip wisata masih dalam satu kemasan kegiatan Journalis Retreat 2015 “Mengasah Kata Mendulang Cita” yang dimotori Bank Indonesia pusat dengan wilayah Papua.
Sabtu (17/10/2015), persiapan puluhan jurnalis dari empat provinsi mulai terlihat sejak pukul 05.00 WIT di salah satu hotel berbintang yang ada di Kota Jayapura. Perangkat masing-masing jurnalis pun telah siap untuk mengabadikan momen-momen dilokasi wisata tersebut.
Satu persatu, para jurnalis menaiki bus yang telah disediakan panitia. Setengah jam kemudian, dua bus yang telah dipenuhi puluhan jurnalis tersebut mulai bertolak menuju lokasi wisata pertama di pantai Tablanusu, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, sekitar pukul 06.30 WIT.
Kurang lebih dua jam perjalanan, rombongan jurnalis tiba di pantai Tablanusu dan disambut hangat masyarakat setempat. Pijakan kaki para jurnalis yang baru pertama kali berkunjung ke lokasi ini, sempat membuat terpesona dengan wajah pantai tersebut.
“Tablanusu itu alamnya sangat indah, itu satu pantai yang berbeda, banyak pantai yang terkenal pasirnya, tapi disana pantainya batu kerikil. Terus pulau-pulaunya didepan pantai,” kata Rudy Haya Wakano, Kepala Perwakilan sebuah media online di Ternate, Maluku Utara kepada Cendana News, Sabtu (17/10/2015).
| pantai Tablanusu |
Beberapa anak kali gunung Cyclop yang bermuara ke pantai tersebut membuat suhu airnya sedikit dingin ditambah dengan batu-batu kerikil tersebut. Hemat cerita, lokasi tersebut disuguhkan lokasi penginapan untuk wisawatan yang ingin menikmati secara keseluruhan pantai Tablanusu.
Masih dari Kabupaten Jayapura, puluhan jurnalis ini selanjutnya bertolak ke tugu Mc Arthur dengan waktu kurang lebih satu setengah jam, melalui jalan berkelok-kelok, sempit dan curam.
Setibanya di lokasi tersebut, tepatnya di Rindam XVII/Cenderawasih, Sentani, Kabupaten Jayapura, rombongan disuguhkan pemandangan bandara Sentani serta perkotaannya dari lokasi wisata tugu MC Arthur.
“Pemandangan dari MC Arthur luar biasa sekali, bisa lihat langsung seluruh kota Sentani dan bandaranya. Pesawat yang landing maupun take off dapat terlihat dengan jelas. Dan ada ruang informasi tentang sejarah tugu itu, kami mendapatkan satu ilmu sejarah,” Rudy.
| wisata tugu MC Arthur |
Sejam melakukan mengabadikan pemandangan, rombongan pun melanjutkan perjalanan ke Telaga Cinta atau dikenal dengan Danau Cinta dengan nama asli Danau Imfote yang berada berada di antara Kampung Abar dan Putali dengan status administrasi Pemerintah Kabupaten Jayapura.
Kurang lebih tiga jam perjalanan memutar dari Mc Arthur, Sentani, Kabupaten Jayapura melintasi Waena dan Kampung Yoka, Kota Jayapura, rombongan yang kelelahan mengikuti trip wisata tersebut, akhirnya pukul 16.30 wit tiba dilokasi dan kelelahan dan rasa penasaran terbayarkan dengan keelokan dan keindahan alam Danau Cinta. Selain terkesima, rombongan dari luar Papua ini juga tercengan dengan melihat banyaknya pengunjung di lokasi tersebut.
“Sungguh indah sekali, tidak menyesal ikuti ini. Saya pikir ini danau love satu-satunya danau yang bernuansa cinta ada di Papua. Kami baru lihat. Perjalanan melelahkan, begitu sampai, rasa lelah hilang semua, ini luar biasa,” ujarnya.
Tak jauh berbeda dengan salah satu jurnalis perwakilan Manokwari, Papua Barat dari TVRI. Nico Pattipawae mengaku perjalanan atau trip wisata jurnalis ini sungguh melelahkan, namun membuat kesegaran tersendiri bagi mereka.
“Setiap hari kami harus melakuan tugas jurnalistik, yang membutuhkan konsntrasi penuh dalam pembuatan satu berita. Dengan adanya ini, sekaligus sebagai refleksi otak kami dari kegiatan jurnalistik,” kata Nico.
Selain itu, ia menyarankan kepada pemerintah setempat untuk mengolah dengan baik lokasi wisata tersebut. Dirinya mengaku jalan menuju dua lokasi wisata yakni pantai Tablanusus dan Danau Cinta sangat jauh dan sebagian besar ruas jalannya harus di aspal.
“Ini pertama kali saya mengunjungi tempat-tempat wisata, selama 14 tahun saya menjadi wartawan. Sangat berkesan sekali bagi saya, selama ini kan kita terbeban dengan berita-berita yang kita buat. Ini merupakan satu refresing buat kita. Untuk tempat wisatanya, masih butuh sentuhan dari investor,” harapnya.
Investor yang dimaksud, lanjutnya, bekerjasama dengan pemerintah setempat melalui dinas-dinas terkait untuk meningkatkan sarana dan prasana, khususnya infrastruktur jalan ke lokasi wisata tersebut, agar mempermudah akses wisatawan lokal maupun luar Papua.
“Tujuannya sudah pasti untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, karena ketika ekonomi masyarakat setempat meningkat, pemerintah tidak perlu pusing-pusing lagi untuk menyediakan sarana dan prasarana lainnya. Bukan hanya sektor pariwisata, di lokasi sekitar tempat wisata masih banyak tanah-tanah subur, saya pikir sektor pertanian, perikanan juga bisa dijadikan masukan pendapatan daerah. Ya ini nanti tugasnya pemerintah,” harapnya.
Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia wilayah Papua, Joko Supratikto menyakinkan tempat wisata yang telah dikunjungi rekan-rekan jurnalis, memiliki perbedaan dengan lokasi wisata didaerah masing-masing. “Kami yakin seperti tempat wisata di Tablanusus, mempunyai keunikan tersendiri,” kata Joko.
Sektor wisata, menurutnya, memang belum menjadi sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) khusunya di Papua, lantaran masih tergantung pada pertambangan. “Dengan kehadiran kawan-kawan wartawan ini, mudah-mudahan, nanti juga bisa mendorong sektor pariwisata untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi di Papua, karena yang namanya pertambangan usianya tak akan lama. Nanti sektor pariwisata inilah yang diharapkan dapat mendorong perekonomian di Papua,” kata Joko saat menutup dengan resmi Jousnalist Retreat 2015, Sabtu malam kemarin.
| Danau Cinta |
MINGGU, 18 Oktober 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Foto : Indrayadi T Hatta
Editor : ME. Bijo Dirajo