Bangunan Masih Layak, Pedagang Pasar Ya’ik Baru Enggan Direlokasi

Pintu Masuk Pasar Ya’ik Baru, Semarang
SEMARANG — Kebakaran yang terjadi di Komplek Pasar Johar, Semarang lima bulan lalu, tepatnya 9 Mei 2015. Ada sebagian kecil bangunan pasar yang masih tetap kokoh berdiri meski ada yang ikut terbakar, yakni Pasar Ya’ik Baru, yang letaknya berada di sebelah barat Pasar Johar.
Dan rencananya, Pemerintah Kota Semarang akan membangun ulang semua bangunan pasar, tidak terkecuali Pasar Ya’ik yang kesehariannya menjual aneka macam aksesoris, pakaian pengantin, celana, baju, tas, sepatu, buah – buahan dan makanan.
Terkait rencana tersebut, ada penolakan dari para pedagang. Mereka menilai bangunan yang ditempati masih layak, dan juga dikhawatirkan jika direlokasi akan mempengaruhi omset penjualan. Seperti yang disampaikan salah seorang pedagang, Kurniasari.
” Semua pedagang di Pasar Yaik Baru sudah mendengar khabar soal rencana relokasi, namun kalau diizinkan, kami tetap memilih bertahan berjualan di sini, apapun risikonya,”kata Kurniasari di Semarang, Senin (19/10/2015).
Kurniasari menjelaskan alasannya mengapa enggan direlokasi, karena para pedagang di pasar ini, rata – rata telah berjualan selama 10 tahun, pelanggannya sudah banyak.
“Jika direlokasi di tempat yang baru, jelas kami akan kehilangan pelanggan dan harus merintis lagi dari awal seperti dulu,” pungkasnya.
Pasar Yaik Baru yang berdekatan dengan Masjid Agung Semarang, atau biasa disebut dengan Masjid Kauman, sebagian bangunannya sempat ikut terbakar, namun secara keseluruhan pasar tersebut bangunannya masih layak dan tertata dengan baik
Pemerintah Kota Semarang dalam waktu dekat berencana akan merelokasi seluruh para pedagang, termasuk Pasar Yaik Baru ke tempat penampungan sementara di kawasan lahan Masjid Agung Jawa Tengah ( MAJT ). Dan saat ini Pemko sedang menunggu persetujuan Kementrian Agama, selaku pemilik lahan yang akan disewa selama lima tahun kedepan.
Direncanakan, di 2016, Pemko Semarang membangun kembali pasar yang nantinya diberi nama Pasar Johar Baru. Saat ini Pemkot Semarang sedang mempercepat pembangunan tempat penampungan sementara, setelah siap 100 %, baru kemudian seluruh pedagang akan direlokasi.

SENIN, 19 Oktober 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...