Suku Bantik Sulawesi Utara Gelar Festival Budaya Mongisidi

MANADO — Peringatan 66 tahun gugurnya Pahlawan Nasional, Robert Wolter Mongisidi, warga Bantik yang berada di kota Manado, Sulawesi Utara menggelar Festival seni dan budaya suku Bantik. Berbagai tarian tradisional di suguhkan dalam kegiatan yang digelar di lapangan Bantik Malalayang Manado pada Minggu (06/09/2015) sore.
Salah satu seni yang yang ditampilkan dalam ajang festival ini yaitu Tari Upasa. Tari Upasa merupakan tarian Perang Suku Bantik, yang dihadirkan sebagai puncak kegiatan Festival seni dan budaya sukut Bantik. Tarian Upasa merupakan tarian yang memperagakan ilmu kekebalan tubuh, saat suku Bantik terlibat perang di masa lampau.
Selain tari Upasa, tarian tradisional suku Bantik lainnya juga di tampilkan dalam Festival ini. Seperti tari Mahambak, yang dibawakan dengan menggunakan syair lagu, serta diperagakan oleh sejumlah penari. Tari Mahambak ini merupakan tarian yang mencerminkan nilai kerukunan dan persatuan sesama suku Bantik.
Dalam Festival Mangisidi yang digelar setiap bulan September oleh suku Bantik ini bertujuan untuk mengenang wafatnya Pahlawan Nasional Robert Wolter Mongisidi di Makassar tahun 1949 silam. 
“Festival Bantik ini kita laksanakan untuk memperingati wafatnya Pahlawan WR Mongisidi, yang merupakan anak suku Bantik, sekaligus mengenang jasa beliau saat berperang melawan penjajah di Makassar,” ujar Erik Mongisidi yang merupakan anak dari keturunan W.R Mongisidi.
Sementara Wakil Walikota Manado Harley Mangindaan, yang hadir dalam Festival seni dan budaya suku Bantik ini mengatakan, festival ini bukan hanya digelar untuk memperingati wafatnya W.R Mongisidi, tapi juga untuk melestarikan seni dan budaya yang ada di Manado, sekaligus menarik minat wisatawan untuk datang ke Manado. 
“Festival ini nantinya kita akan laksanakan setiap tahun dan untuk harinya kita akan perpanjang hingga tiga hari, agar semakin banyak peserta festival yang turut berpartisipasi, sehingga warga Manado bisa mendapat hiburan baru, sekaligus untuk melestarikan dan mempersatukan warga suku Bantik yang ada di Sulawesi Utara” katanya. 

MINGGU, 6 September 2015
Jurnalis       : Ishak Kusrant
Foto            : Ishak Kusrant
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...