Krisis Listrik, Wilayah Jawa Tengah dan DIY Terancam Pemadaman Bergilir

SEMARANG — Kebutuhan pelanggan akan pasokan energi listrik terutama dari PT. Perusahan Listrik Negara ( Persero ) khususnya warga masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan DIY semakin lama meningkat tajam, saat ini sudah melampaui kemampuan daya listrik yang dihasilkan oleh PLN.
Jika tidak diimbangi dengan kemampuan cadangan listrik yang memadai, maka diperkirakan pada tahun 2017, wilayah Jawa Tengah dan DIY akan terjadi pemadaman secara bergiliran, pemadaman bergilir terpaksa dilakukan karena sedang dilanda ” krisis listrik “.
Supriyono, Manager Humas PT. PLN Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ketika ditemui Cendana News, menyebutkan, daya energi listrik yang dihasilkan dari beberapa pembangkit di Jawa Tengah sekitar 2500 Mega Watt ( MW ), sedangkan kebutuhan beban listrik pelanggan totalnya 3600 MW, defisit 1100 MW.
” Perlu diketahui sebelumnya, daya energi listrik PLN dihasilkan dari beberapa pembangkit, antara lain  PLTU Tanjung Jati Jepara, Kabupten Rembang, PLTG Tambaklorok yang ada di Cilacap, Dieng dan Mrican mulai tidak mencukupi. Saat ini dibutuhkan sumber pembangkit listrik baru untuk menghindari krisis listrik ” jelas Supriyono.
Supriyono menerangkan, ada beberapa faktor penyebab krisis listrik, diantaranya ketersediaan pembangkit listrik dan kesiapan instalasi. Saat ini pembangkit listrik 2 x 1000 MW PLTU Batang dalam proses pembangunan, namun pengoperasiannya molor karena terkendala pembebasan tanah milik warga masyarakat di sekitarnya.
Diprediksi meskipun PLTU Batang telah beroperasi, namun diperkirakan daya energi listrik yang dihasilkan akan terkuras habis, karena banyak perusahaan ” raksasa ” antre menunggu giliran aliran daya listrik yang dihasilkan PLTU Batang tersebut. Antara lain pabrik semen yang tersebar di Rembang, Cilacap, Banyumas dan Wonogiri, belum termasuk pabrik / industri besar lainnya.
Sebagaimana diketahui, sampai saat ini sistem kelistrikan di wilayah Jawa Tengah & DIY  masih terkoneksi dengan Pembangkit Listrik Jawa Bali ( PJB ), sedangkan pasokan listrik dari Jawa Timur dan Jawa Barat jelas tidak bisa diandalkan, karena digunakan untuk memenuhi pasokan listrik di wilayah mereka masing – masing.
Sedangkan ancaman krisis listrik terjadi salah satunya dikarenakan adanya pertumbuhan konsumsi listrik di wilayah Jawa Tengah & DIY yang terus mengalami kenaikan sekitar 10 persen per tahun. Logikanya setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi, maka akan membutuhkan sekitar 1,3 persen pasokan energi daya listrik yang baru.
SELASA, 8 September 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...