![]() |
| Bendera setengah tiang |
SURABAYA — Dosen di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Hamdan Triatmaja menyebutkan, Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G.30.S/PKI) yang terjadi setengah abad lalu harus menjadi pelajaran dan menjadi acuan dalam mempertahankan identitas bangsa.
“Jangan sampai kejadian keji tersebut terulang kembali,”katanya di Surabaya, Rabu (30/09/2015).
Disebutkan, sebagai generasi penerus bangsa kita harus mengakui kejadian tersebut memang pernah terjadi di negara kita.
Memperingati hari ini, hendaknya masyarakat Indonesia bersama-sama mengakui kesalahan. Kenapa bisa sampai terjadi masalah tersebut. Jika kita hanya mencari dalang, pelaku dan korban kita hanya akan terfokus kepada siapa yang salah dan siapa yang benar.
“Ujung-ujungnya kita hanya akan saling ‘eyel-eyelan’ tanpa ada hentinya,” ujarnya mengatakan berdebat (eyel-eyelan).
Hendaknya kita sebagai bangsa Indonesia bersatu dengan sama-sama saling mengakui kesalahan dan merefleksikan diri jangan sampai kejadian tersebut terulang kembali.
“Kesalahan di peristiwa G.30.S/PKI merupakan kesalahan kolektif dan jangan sampai kejadian tersebut terulang kembali,” tutupnya.
RABU, 30 September 2015
Jurnalis : Charolin Pebrianti
Foto : Charolin Pebrianti
Editor : ME. Bijo Dirajo