
“Peran kami disini bukan untuk menggantikan guru, kami hanya berbagi ilmu pengetahuan yang mungkin belum mereka dapatkan sebelumnya, “ terangnya di Malang, Senin (24/08/2015).
“Misal orangtuanya bertani atau memiliki ternak, beberapa anak-anak ini cenderung lebih suka untuk melanjutkan pekerjaan orangtuanya dibanding melanjutkan sekolah,” jelasnya.
“Demikian juga dengan orangtua siswa, saat kami berkunjung kerumah siswa, orangtua mereka justru menjadikan kami sebagai contoh kepada anak-anaknya agar kelak mereka mau melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Bahkan menurut orang tua siswa, kedatangan kami justru membuat anak-anak mereka lebih semangat belajar,” imbuhnya.
Dari Malang sendiri selain ada UMengajar juga ada Brawijaya mengajar dan UIN mengajar juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dalam hal perijinan dan untuk mencari informasi mengenai sekolah dimana saja yang pendidikannya dirasa masih kurang atau tertinggal.
“Kami juga biasanya berkolaborasi dengan komunitas sosial pendidikan, jelas mahasiswa semester lima jurusan pendidikan Sejarah,”sebutnya.
Mereka berharap adanya donatur, baik dari pihak UM maupun pihak lain yang bisa memberikan bantuan dana agar gerakan UMengajar dapat berjalan dengan maksimal dan lebih baik lagi.