Tari Kolosal Karya Rektor Universitas Haluoleo Kendari


BERITA FOTO—Tarian kolosal karya Usman Rianse rektor Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Untuk kedua kalinya ditampilkan dihadapan publik pada hari Selasa (25/8/2015) saat penutupan Expo Program Studi dalam rangka Dies Natalis XXXIV. 
Melalui tarian ini, Usman Rianse ingin mengingatkan dan terus mengajak mahasiswa dan khalayak umum untuk menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang berdiri tegak atas perjuangan seluruh etnis yang ada didalamnya. Indonesia tidak bisa tegak hanya oleh salah satu etnis. Itu yang ia tekankan dalam tarian ini. 
Walaupun tidak memiliki latar belakang dibidang kesenian khususnya seni tari tetapi ia merasa terpanggil untuk menciptakan tarian yang ia beri nama Tari Nusantara Duapuluh Dua Etnis ini karena ia ingin melihat Indonesia tetap bersatu dengan landasan Pancasila, toleran, gotong royong, dan menghargai sejarah bagaimana negeri ini berdiri. 
Tarian berdurasi 23 menit ini memiliki gerak tari yang sederhana, ada modifikasi pada pakaian penari walaupun tidak terlalu melenceng jauh dari pakemnya, musik pengiring juga hasil perpaduan alat musik tradisional dan modern.   
Gaya tarian yang sederhana, pakaian warna warni, perpaduan musik tradisional dan modern, menurut Usman Rianse adalah gambaran bahwa bersatu itu hal sederhana yang artinya bisa dilakukan oleh siapa saja karena Indonesia memang negara yang kaya akan keanekaragaman etnis, kesadaran generasi penerus untuk menghargai sejarah dan kearifan lokal, akan menjadi bekal menghadapi modernisasi tanpa meninggalkan jati diri sebagai orang Indonesia. 
Diakhir tarian, ada salah satu penari pria yang membawa bendera merah putih, sang penari berkeliling panggung membawa bendera. Penutupan ini membawa seluruh penonton yang hadir berteriak Indonesia! 
Sungguh karya yang luar biasa. 
RABU, 26 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Sari Puspita Ayu
Foto : Rusman Rano
Editor : Gani Khair

Lihat juga...