Roadshow Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Singgah di Malang


MALANG — Kota Malang menjadi Kota ke tiga setelah Jambi dan Manado yang dijadikan tuan rumah even Nasional Roadshow Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2015. Roadshow yang digelar di halaman Perpustakaan Kota Malang ini dihadiri oleh pustakawan dari seluruh Jawa Timur, Mahasiswa dan Siswa siswi sekolah. Roadshow ini juga dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Dra. Sri Sularsih. M.Si.

Sri Sularsih yang juga menjadi salah satu nara sumber dalam acara ini menjelaskan, bahwa kegiatan Roadshow Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang mengambil tema “Indonesia Cerdas Melalui Pemberdayaan Perpustakaan” ini bertujuan untuk mengembangkan masyarakat Indonesia yang cerdas dan inovatif melalui gemar membaca dalam rangka mewujudkan Indonesia Cerdas 2019.

“Karena kecerdasan seseorang dapat dilihat dari seberapa banyak buku-buku yang dibaca,”sebutnya dalam kegiatan tersebut, Senin (31/08/2015).

Sri Sularsih juga menyampaikan bahwa berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh UNESCO, tingkat minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 yang berarti dari seribu orang hanya satu orang yang gemar membaca. Dari penelitian yang dilakukan UNESCO tersebut, menurut Sri Surlarsih ada tiga penyebab rendahnya minat baca masyarakat yang pertama yaitu membaca dirasa belum menjadi sebuah kebutuhan. Kedua, belum semua keluarga yang mengenalkan putra putri mereka budaya membaca sejak kecil dan yang ketiga yang ketiga fasilitas buku bacaannya belum memadai.

Meskipun demikian, dirinya cukup optimis bahwa sebenarnya minat baca masyarakat Indonesia lebih dari 0,001 sehingga kini perpustakan Nasional bekerjasama dengan lembaga yang terpercaya sedang melakukan kajian mengenai minat baca masyarakat, yang hasilnya nanti sudah bisa didapat pada akhir tahun ini.

Selain Sri Sularsih, terdapat tiga narasumber lainnya yaitu Sutiaji selaku wakil Walikota Malang, Budayawan Sunyoto dan musisi Budi Doremi.

Sutiaji sebagai wakil walikota memiliki gagasan bahwa kedepannya perpustakaan tidak hanya terpusat di kota saja namun juga akan dibangun perpustakaan di Kecamatan bahkan di Kelurahan. Menurutnya, buku tidak hanya untuk dibaca tapi juga harus di praktekkan.

Agus Suyoto sebagai budayawan yang juga merupakan pengasuh pondok pesantren menjelaskan bahwa membaca adalah salah cara untuk mencari ilmu.

“Sedangkan mencari ilmu hukumnya adalah wajib sehingga membaca bisa dikatakan sama dengan ibadah yang tentunya juga akan mendapatkan pahala,” ucapnya.

Budi Doremi sebagai pemuda dan juga musisi menyampaikan bahwa anggapan yang mengatakan bahwa anak muda Indonesia tidak suka membaca itu tidak sepenuhnya benar.

“Buktinya anak muda jaman sekarang suka membaca status di FB, Twetter, Facebook bahkan status mantan pun dibaca,” kelakarnya.

Hal ini membuktikan bahwa minat baca anak muda sekarang cukup tinggi namun stamina bacanya yang kurang. Kebanyakan orang lebih suka membaca kurang dari 150 karakter. Selain itu kualitas bacaannya yang masih kurang. Padahal menurutnya membaca bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

SENIN, 31 Agustus 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Foto            : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...