
LAMPUNG — Ketua DPW Serikat Pejuang Rakyat Indonesia (SPRI) Lampung melihat politik masih belum berpihak ke masyarakat terutama pedagang kecil yang ada di wilayah Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Karenanya ia berharap agar dalam masa masa menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) para pedagang asongan tetap menjaga solidaritas antar anggota.
Badri mengaku, selama ini kesejahteraan Persatuan pedagang Asongan dan Mini Market (Pergasam) baik di Bakauheni ataupun di wilayah lain masih belum terlihat. Bahkan selama beberapa kepemimpinan kepala daerah para pedagang asongan masih belum menunjukkan tingkat kesejahteraan yang lebih baik.
“Karena itu meski Pergasam merupakan organisasi yang memiliki banyak anggota namun jangan sampai dimanfaatkan oleh salah satu calon hanya untuk kepentingan penggalangan massa atau untuk kepentingan salah satu calon saja,”ujar Badri saat diwawancarai Cendana News dalam kegiatan silaturahmi ratusan anggota Pergasam di Menara Siger Bakauheni, Senin (10/8/2015).
Badri hanya menekankan kepada ratusan anggota Pergasam yang hadir dalam silaturahmi tersebut agar dalam Pilkada mendatang memilih dengan hati nurani dan bisa memperjuangkan nasib para pedagang asongan.
“Kita saat ini belum pernah didatangi oleh salah satu pasangan calon namun kami tetap tekankan kepada anggota bahwa organisasi kita tetap solid dan soal pilihan calon kepala daerah itu hak masing masing anggota,”ungkap Badri.
Hal yang sama diungkapkan oleh Samsi, Ketua Pedagang Asongan dan Mini Market Pelabuhan Bakauheni. Ia mengungkapkan dengan adanya organisasi atau perkumpulan pedagang asongan membuat semua pedagang asongan di Pelabuhan Bakauheni lebih terorganisir. Namun menjelang Pilkada banyak pihak yang ditengarai akan mempergunakan banyaknya massa untuk memilih salah satu calon menjelang Pilkada.
“Kita organisasi yang murni untuk mencari kesejahteraan jadi siapapun calon yang benar benar memperjuangkan hak rakyat terutama pedagang itulah yang akan dipilih dan Pergasam dipastikan tidak akan menjadi kendaraan politik,”ungkap Samsi.
Saat ini menurut Samsi Pergasam melakukan aktifitasnya di area pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Sistem keanggotaan untuk diperkenankan berjualan di area Pelabuhan Bakauheni diantaranya dengan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA), kaos khusus yang sudah disepakati oleh semua anggota. Dengan semboyan organisasi :Bersatu, Berjuang, Sejahtera menjadikan para pedagang pengasong lebih solid terutama jika menghadapi berbagai persoalan dan masalah yang ada.
Disebutkan, berbagai dibentuk diantaranya, pedagang asongan harus memakai seragam rompi yang telah ditentukan serta membawa KTA, kartu tersebut hanya berlaku dalam daerah kerja Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, para pedagang asongan dilarang berdagang di ruang tunggu atas dan bawah, jembatan dermaga I II dan III. Apabila melanggar ketentuan yang berlaku maka akan dikenakan sanksi berupa peringatan atau dikeluarkan.
Baca juga: ASDP Izinkan Pergasam untuk Tetap Berjualan di Pelabuhan
Saat ini Pergasam yang diketuai Samsi dibantu sekretaris Armani dan Bendahara suryani memiliki keanggotaan sekitar 400 pedagang aktif. Bahkan menurut Samsi di Pelabuhan Bakauheni memiliki kordinator lapangan (korlap) dari dermaga I sampai dermaga V.
Banyaknya pedagang asongan tersebut menurut Samsi diatur dengan sistem berjualan menggunakan shift yakni shif siang dan shift malam sehingga jika dirata-rata pedagang asongan di siang hari mencapai 200 orang, demikian juga pada malam hari.
Dari pantauan Cendana News acara silaturahmi di lantai 1 Menara Siger tersebut juga dihadiri oleh jajaran pemerintahan kecamatan, desa di Bakauheni dan diikuti oleh ratusan anggota Pergasam.
SENIN, 10 Agustus 2015
Jurnalis : Henk Widi
Foto : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
