![]() |
| 5 Unit motor yang digunakan peserta aksi untuk menutup jalan |
Dari informasi yang diperoleh Cendana News, massa menggunakan batu dan lima unit motor dalam aksi penutupan jalan satu arah menuju Bank Papua cabang Mimika tersebut.
Para peserta aksi membawa pamflet bertuliskan “Kepala Dinas harus di ganti, ingat pernyataan wakil bupati tanggal 24 Desember 2014 lalu, mana realisasinya?” tidak hanya itu mereka juga meminta dikabulkannya janji-janji insentif yang belum terbayar dan diminta harus dibayar saat itu juga.
Aksi tersebut dilakukan guru-guru honorer SD, SMP dan SMA berjumlah kurang lebih 65 guru. Aksi penutupan jalan mengakibatkan arus lalu lintas satu arah tersebut tidak dapat dilalui kendaraan umum maupun pribadi.
Juru Bicara Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin kepada sejumlah awak media membenarkan adanya aksi penutupan jalan tersebut. Aparat polisi dari Polres Mimika yang dipimpin Kabag Ops, Kompol Arnolis Korowa.
![]() |
| Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Patrige Renwarin |
Salah satu massa aksi, yang enggan menyebutkan namanya mengatakan setiap kali dirinya bersama rekan-rekan menghadap kepala Dinas guna mempertanyakan kejelasan kapan akan di lakukan pembayaran insentif, selalu tidak pernah bertemu.
“Kami minta Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Bapak Nelius Leusubun, turun dari jabatanya,” kata salah guru honorer yang ikut dalam aksi.
“Pencairan dana insentif sebenarnya hari ini sudah diproses tapi hal tersebut terhambat karena bendahara sementara lagi sibuk mengurus gaji 13 para guru yang sudah berstatus PNS,” kata perwakilan dinas tersebut.
Setelah mendengar penyampaian dari Dinas Pendidikan Mimika, massa aksi pun membuka palang dan berangsur-angsur membubarkan diri. Sementara pihak kepolisian meminta kepada massa aksi, agar kemudian hari tidak ada lagi aksi penutupan jalan seperti yang dilakukan kali ini.
