Pratu Seftiadoni, Ingin Berlebaran di Kampung Halaman

CENDANANEWS (Padang) – Suasana duka, masih menyelimuti rumah keluarga Pratu Seftiadoni —salah seorang korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 asal Sumatera Barat—, sanak keluarga dan karib kerabatnya masih menghibur ibunya.
Pria yang baru saja menjadi ayah lima bulan lalu ini, meninggalkan seorang istri dengan satu bayi perempuan. Doni, begitu ia akrab disapa masyarakat sekitar rumahnya. Lahir pada 1985, anak pasangan Darman dan Marnis ini merupakan Alumni SMPN 15 Padang tamatan tahun 2000/2001, melanjutkan sekolah ke SMKN 5 Padang dan tamat pada tahun 2004.
Kakak kandung Doni, Mardino megatakan, menjadi anggota TNI merupakan cita-cita Doni dari kecil. Ia lulus menjadi anggota TNI AU pada tahun 2005 lalu. Menjalani masa tugas selama hampir 9 tahun di Malang dan kemudian dipindahkan ke Pekanbaru sebagai Paskas Kesatuan TNI AU Kota Pekanbaru.
“Sejak dari SD, ia suah bercita-cita ingin menjadi tentara. Waktu tamat SMP, ia mencoba tes, namun gagal. Saat tes seusai lulus SMA, ia langsung di terima,” jelas Mardino pada cendananews, Kamis (2/7/2015).
Tahun 2013, ia menikahi tambatan hatinya, Oshin. Mereka dianugerahi seorang putri bernama Khayara yang saat ini baru berusia 5 bulan.
“Ia sangat disayang oleh anak perempuannya, sebelum kejadian ini ia berjanji akan pulang kampung habis lebaran nanti. Saat menelpon orang tuanya waktu minta izin dinas luar ke Tanjung Pinang, ia mengaku sangat rindu dengan anak perempuannya Khayara yang masih berumur 5 bulan,” ungkap Mardino.
Menurut Mardino, saat menelepon untuk terakhir kalinya. Doni berjanji pada ibunya akan membawa anak dan istrinya saat lebaran nanti. Namun, harapan itu sirna saat beberapa jam setelah menelepon. Pesawat yang ditumpangi Doni menghantam bumi, menghantarkannya kembali ke Pencipta.
——————————————————-
KAMIS, 02 Juli 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Fotografer : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...