Potensi Kekeringan Lahan Pertanian NTB Capai 800 Hektar

Kepala Dinas Pertanian NTB, Husnul Fauzi
CENDANANEWS (Mataram) – Prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) yang menyebutkan puncak kemarau terjadi pada bulan Agustus Hingga September mendatang di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengancam 800 Ha lahan dan tanaman pertanian.
“Berdasarkan laporan dari masing-masing Kabupaten Kota yang masuk ke kami, luasan lahan pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan mencapai 800 hektarare dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah meluas kalau melihat musim kemarau yang ekstrem sekarang” kata Kepala Dinas Pertanian Husnul Fauzi di Mataram, Rabu (22/7/2015).
Fauzi menyebutkan, sejauh ini masih terus melakukan kordinasi dan melakukan identifikasi di semua Kabupaten kota, mana saja titik-titik areal lahan pertanian yang paling parah dilanda kekeringan. Nanti dalam beberapa hari ke depan data-data tersebut juga akan dibawa dan dilaporkan ke pe Kementerian pertanian di Jakarta.
Lebih lanjut Fauzi menambahkan, kalau daerah yang memang lahan pertaninannya mengikuti pola tanam sesuai arahan Dinas Pertanian dan mengalami kekeringan, makan nanti akan ada gantti rugi bibit senilai 2,4 juta setiap satu hektar lahan, tapi kalau daerah yang memang selama ini merupakan daerah tadah hujan dan tetap memaksakan kehendak, tidak akan mendapatkan ganti rugi apa-apa.
“Tapi yang jelas, sampai sejauh areal lahan pertanian yang disebutkan tadi, belum sampai menebabkan tanaman padi mengalami puso, karena bagi tanaman pertanian yang masih memungkinkan bisa diselamatkan nanti akan diupayakan mendapatkan pengairan melalui air bor pertanian yang ada dengan memberikan bantuan alat pompa air,”katanya.
——————————————————-
RABU, 22 Juli 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...