![]() |
| Suasana rumah duka |
MALANG – Suasana duka terlihat jelas di rumah duka salah satu korban jatuhnya pesawat Hercules C130, Peltu Ngateman yang bertugas sebagai Instruktur master. Tepatnya di Komplek Perumahan TNI AU Kartanegar Lanud Abdul Rachman Saleh.
Menurut Imam Wahyudi yang merupakan adik ipar korban mengatakan bahwa istri korban (Umi Kalsum) sekitar pukul satu siang mendapatkan kabar dari keluarganya yang berada di lawang bahwa pesawat yang di tumpangi suaminya mengalami kecelakaan. Umi Kalsum yang merupakan seorang guru ini langsung menghubungi suaminya melalui telepon dan juga BBM namun tidak ada balasan.
Karena tidak mendapat balasan akhirnya Umi Kalsum melihat berita di Televisi yang melaporkan tentang kecelakaan tersebut. Umi Kalsum yang masih syok tidak berani melanjutkan menonton berita dan berharap agar suaminya masih bisa di selamatkan.
Sampai sore hari kabar tentang Ngateman masih simpang siur, ada yang mengatakan masih selamat ada juga yang mengatakan sudah meninggal. Kemudian sekitar pukul sembilan malam barulah keluarga mendapatkan kepastian dari Komandan TNI AU bahwa Lettu Nagateman termasuk salah satu korban yang meninggal, jelas Wahyudi kepada CND Rabu (1/7/2015).
Peltu Ngateman sendiri meninggal pada usia 47 tahun dan meninggalkan seorang istri serta dua orang anak yang masih kuliah dan bersekolah. Di mata Wahyudi sendiri, Almarhum Ngateman merupakan sosok yang tegas, pendiam, rajin beribadah bahkan merupakan calon jamaah Haji tahun 2017 bersama istrinya.
“Yang paling saya ingat dari almarhum, beliau jika mendapatkan tugas terbang ke luarnegeri selalu membawakan oleh-oleh ,” kenang Wahyudi.
Disebutkan, setelah jenazah datang nanti rencananya akan disemayamkan dirumah duka terlebih dahulu selama satu jam dan kemudian akan bawa ke Masjid Baiturohim untuk dishalatkan dan akan langsung di kebumikan di secara militer di Margabaka di dalam Komplek AU.

——————————————————-
RABU, 01 Juli 2015
Jurnalis : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-