Peltu Ibnu Kohar, Sosok yang Tegas dan Peduli Keluarga

CENDANANEWS (Malang) – Selain di kediaman Peltu Ngateman, suasana duka juga dirasakan oleh keluarga Peltu Ibnu Kohar yang juga berada di Komplek Perumahan TNI AU Kartanegara Lanud Abdul Rachman Saleh. Bersama Peltu Ngateman, Peltu Ibnu Kohar juga merupakan salah satu korban pesawat Hercules C130 yang jatuh di Medan.
Menurut Fatoni, yang merupakan adik kandung Peltu Ibnu Kohar, mengaku mendapatkan kabar tentang jatuhnya pesawat Hercules dari televisi dan juga dari keluarga. Kemudian dirinya mengkonfirmasi mengenai berita tedsebut kepada keluarga yang berada di Malang dan juga Mojokerto, ternyata kejadian kecelakaan tersebut benar terjadi, namun kabar mengenai kondisi kakak pertamanya itu masih simpang siur.
Pada malam harinya, baru keluarga dan juga dirinya mendapat informasi dari Komandan TNI AU Abdul Rachman Saleh bahwa saudaranya tersebut merupakan salah satu korban pesawat yang meninggal. Dari situ kemudian dirinya yang bekerja di Jakarta memutuskan untuk segera datang ke Malang, dan baru tiba di Malang pagi tadi, jelasnya.
Disebutkan bahwa Peltu Ibnu Kohar merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Almarhum lahir di Mojokerto tanggal 9 April 1968 dan meninggalkan seorang istri serta dua orang putri yang masih bersekolah.
Menurut Fatoni, Peltu Ibnu Kohar merupakan sosok yang tegas dan peduli terhadap keluarga. Beliau satu-satunya anak yang meneruskan profesi Almarhum Ayahnya yang juga merupakan pensiunan TNI AU, kenangnya.
Berdasarkan permintaan keluarga, setelah jenazah tiba di rumah duka, Almarhum Peltu Ibnu Kohar akan langsung segera dibawa ke Mojokerto untuk di makamkan disana, jelas Fatoni.
——————————————————-
RABU, 01 Juli 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...