Kebersihan Masih Jadi Permasalahan di Pasar Tradisional

Para pedagang nampak sibuk mengatur barang dagangannya di pasar tradisional Pringgebaya, Kabupaten Lombok Timur
CENDANANEWS (Lombok) – Kebersihan menambah permasalahan di pasar tradisional pasar tradisional yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelumnya, penataan lapak dan los jenis barang jualan yang tidak teratur, telah berdampak pada timbulnya persaingan tidak sehat antara pedagang.
Hampir setiap pasar tradisional yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), sampah yang dihasilkan dari aktivitas para pedagang yang menjuala berbagai barang jualan, mulai dari sayur-sayuran sampai barang kebutuhan lain di pasar tradisional tidak mampu dikelola secara baik.
“Sampah-sampah dihasilkan dari aktivitas para pedagang hampir terdapat di setiap sudut pasar, menjadikan pemandangan pasar tradisional, selain bau dan kumuh juga bisa menimbulkan penyakit dari tumpukan dan serakan sampah yang membusuk,” kata Khairul, warga yang rumahnya berdekatan dengan pasar Pringgabaye, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (19/7/2015).
Masni, pedagang bawang pasar Peringgabaya mengaku selain tingginya aktivitas transaksi penjualan barang dan sayuran di pasar tradisional setiap harinya menjadi salah satu penyebab kenapa sampah banyak di pasar Pringgabaya, juga disebabkan karena bak penampung yang tersedia di pasar tidak sebanding volume sampah dihasilkan.
“Masalah penanganan sampah di pasar tradisional sebetulnya bukan terletak pada persoalan kesadaran warga dan pedagang, tapi juga harus diimbangi dengan adanya ketersedian bak penampung yang memadai, sehingga sampah yang dihasilkan dari aktvitas para pedagang tidak dibuang secara sembarangan seperti sekarang,” tuturnya.
——————————————————-
MINGGU, 19 Juli 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...