![]() |
| Seorang Pedagang sedang menimbang ikan di Pasar Ikan Higienis Kalianda, Selasa (2/6/2015) |
CENDANANEWS(Lampung) – Pasar Ikan Higienis Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Kalianda menjadi pilihan para pembeli di Lampung Selatan Provinsi Lampung. Pasar berukuran sekitar 20×10 meter dengan lapak lapak serta ruangan yang bersih tersebut menjadi lokasi transaksi hasil tangkapan nelayan di Kalianda serta di wilayah pesisir.
Salah seorang pedagang ikan, Santi (35) mengaku, pasar ikan higienis tersebut sudah mulai berjalan sejak Januari 2015, sebelumnya para pedagang menjual dagangannya dengan membuat tenda dari terpal. Pasar higienis tersebut menurutnya lebih representatif selain permanen juga lebih bersih karena fasilitas air bersih dan bangunan dari semen dan keramik sehingga lebih mudah dibersihkan.
“Awalnya kami menjual di tenda tenda lalu dibuatkan lokasi penjualan ikan permanen dan kami menyewa lapak untuk menjual ikan segar di sini,”ungkap Santi saat ditemui di lapaknya oleh Cendananews.com Selasa (2/6/2015).
Menurut Santi, para pedagang ikan tersebut membeli ikan segar yang dibawa nelayan dari laut setelah melalui proses pelalangan di PPI Kalianda yang letaknya sekitar 50 meter dari pasar higienis. Para pedagang mengaku memiliki perkumpulan yang anggotanya merupakan para pedagang ikan.
“Perkumpulan ini juga berfungsi untuk menjaga kekompakan soal harga ikan, membentuk koperasi untuk penyediaan es balok serta untuk pinjaman lunak dari bank,” ungkap Santi.
Kini di pasar higienis tersebut terdapat sekitar 33 pedagang ikan yang menjual ikan berbagai jenis yang dijamin segar sebab langsung berasal dari laut. Ikan yang dijual diantaranya jenid ikan Bandeng, Salem, Kampak, Tongkol, Udang, Rajungan, Kepiting, Tuna serta berbagai jenis ikan hasil tangkapan nelayan Kalianda.
Menurut salah satu pedagang lain, Somirah (45) harga ikan saat ini sedikit mengalami kenaikan sebab sedang bulan Purnama yang berimbas pada gelombang pasang dan sedikit nelayan yang melaut. Akibatnya harga ikan tengkurungan yang biasanya Rp18ribu kini menjadi Rp20ribu, ikan Salem dari Rp19ribu menjadi Rp20ribu, sementara jenis rajungan biasanya Rp50ribu menjadi Rp45ribu, serta beberapa jenis ikan lain yang harganya cenderung naik.
“Dalam sehari saya stok ikan berbagai jenis mencapai sekitar 50 kilogram dan syukurlah selalu habis terjual. Kalau tidak laku di sini masih bisa disimpan di lemari pendingin untuk dijual keliling ke kampung kampung,” ungkap Soimah.
Soimah mengaku terbantu dengan adanya pasar ikan higienis sebab para pedagang di fasilitasi untuk berdagang oleh pemerintah setempat. Lapak lapak di pasar higienis tersebut menurut Soimah disewanya dengan harga Rp35ribu perbulan dan masih ada iuran harian untuk kebersihan sebesar Rp7ribu per pedagang.
Hadirnya pasar higienis di PPI Boom Kalianda juga disambut baik oleh warga Kalianda, Sobri(45) ia mengaku selalu membeli ikan segar di tempat itu untuk lauk keluarganya. Warga memilih membeli di pasar ikan higienis dibandingkan di pasar lain.
“Di sini bisa memilih berbagai jenis dan masih segar karena langsung dari pelelangan, biasanya saya membeli jenis tengkurungan sekilo sekelai kali,” ungkap Sobri.
Pasar higienis tersebut akan mulai ramai setiap lapaknya mulai pukul 16:00 WIB sebab biasanya pelelangan akan dilakukan sekitar pukul 15:00 WIB setiap harinya. Sementara pagi harinya para nelayan sudah menjual ikan dari tangkapan ikan di pantai wilayah pesisir diantaranya dari wilayah Way Muli, Rajabasa.


——————————————————-
Selasa, 2 Juni 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-