Jeruk Kintamani, Bertahan Ditengah Gempuran Jeruk Luar Daerah

Jeruk Kintamani
CENDANANEWS (Denpasar) – Jeruk Kintamani, berasal dari daerah dataran tinggi dengan curah hujan besar, dengan aroma sekaligus rasa yang menggoda. Para pedagang buah sangat antusias menjual jeruk jenis ini, karena disamping rasanya manis, jeruk ini memiliki stabilitas harga yang cukup positif di pasar tradisional.
Harga jeruk kintamani jarang sekali naik tinggi, bahkan cenderung mengalami penurunan harga. Hal ini disebabkan jika panen jeruk kintamani bertepatan dengan panen jeruk luar pulau, maka harga jeruk kintamani akan turun, karena harga jeruk-jeruk dari jawa biasanya di patok dengan harga semurah mungkin.
Sebagai contoh, di tahun 2014, saat petani jeruk kintamani bermain diharga 9,000 rupiah per kilogram, maka jeruk luar pulau yang masuk bisa seharga 6,000 sampai 7,000 rupiah per kilogram.
” jika nantinya petani kintamani harus saing harga, logikanya harus di bawah 6,000 rupiah per kilogram. Jadi petani bisa merugi, makanya tidak jarang petani ngambek dan membiarkan jeruk-jeruknya menguning di pohon,” kata Wayan, seorang petani jeruk Kintamani, Bangli binaan GANTI. 
Dari 1 hektar lahan petani bisa menanam sekitar 1,000 pohon jeruk kintamani. Dan saat ini di daerah kintamani sudah ada ratusan ribu hektar lahan petani jeruk yang mampu menghasilkan 500 ton jeruk kintamani per harinya jika musim panen.
Saat ini, di pasar tradisional Denpasar, Jeruk Kintamani di buka dengan harga 7,000 rupiah per kilogram karena serbuan Jeruk luar pulau belum kelihatan. Perang harga, jual rugi, hantam harga, semua itu akan menjadi keadaan rutin jika serbuan jeruk dari luar pulau mulai terjadi.

——————————————————-
Senin, 1 Juni 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...