![]() |
| Umat Islam lagi shalat berjemaah di Musala |
SURABAYA – Pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait pelarangan pemutaran kaset jelang sholat di masjid dan mushola menuai berbagai komentar dari pihak lain. Pasalnya kegiatan ini sudah berlangsung lama.
Hal ini pun disayangkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf. Gus Ipul sapaan akrabnya, berharap agar Wapres tidak turut campur dalam masalah ini terkait dengan puji-pujian maupun tarhim (seruan sholat) yang diputar dengan speaker di Masjid maupun Musholla.
“Terkait dengan tradisi itulah, seharusnya Wapres mendiskusikannya dengan baik”. Jelas Gus Ipul di Surabaya, Minggu (14/6/2015).
Menurut Gus Ipul, perkataan Jusuf Kalla seharusnya jadi masukan takmir masjid dan musholla. Apalagi Jusuf Kalla sekarang menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Sedangkan di lain pihak, Aan Anshori dari Dewan Ahli Sejarah Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan dukungannya kepada Jusuf Kalla karena mengacu pada nilai etika sosial dan sensitifitasnya. Terkait dengan penolakan dari sebagian umat Islam, Aan meminta mereka untuk sadar diri dan tidak mempermalukan Islam dengan cara melakukan standar ganda dalam masalah ini.
“Kebebasan beragama itu mensyaratkan etika sosial dan sensitifitas. Jika ada muslim yang terganggu, misalnya oleh kebaktian yang dilakukan non muslim karena memakai gitar dan dianggap berisik, maka umat Islam tengah melakukan hal yang sama dengan speakernya berbuat berisik lingkungannya”. Jelasnya.
Ia mengatakan jika ada ekspresi keagamaan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, tugas pemerintah adalah mengintervensi agar kepentingan publik yang lebih besar terjaga.
——————————————————-
Minggu, 14 Juni 2015
Jurnalis : Charolin Pebrianti
Fotografer : Charolin Pebrianti
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-