| Bupati SBT, Abdullah Vanath |
AMBON – Abdullah Vanath, S.Sos, M.MP, Nama yang satu ini hampir sudah familiar di seantero jagad Maluku. Pada 2013 hingga 2014 lalu, nama sang pelopor pembangunan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku ini begitu tersohor.
Kala itu, pengagum warna orange ini digadang untuk merebut kursi Gubernur Maluku dan nyaris jabatan bergengsi itu dipegangnya. Kini cerita pertarungan politiknya sudah berlalu, tapi bapak empat anak ini, bakal kembali menjadi inspirasi bagi masyarakat di tanah berjuluk raja-raja itu (Provinsi Maluku).
Bupati aktif Kabupaten SBT ini, bukan sedang menyusun rencana politik untuk kembali merebut jabatan penting di Maluku, namun dia tengah mengejar impian barunya ingin menjadi “Raja Pala”. Jika impiannya ini tercapai bukan tidak mungkin nama Abdullah Vanath bisa mengikuti jejak Harry Stine, miliarder asal Amerika yang sukses menjadi petani.
“Saya sudah menjadi bupati, saya hampir menjadi gubernur dan saya sudah menjadi politisi di Maluku, kini saya hanya mau menaklukan impian saya yakni, ingin menjadi “Raja Pala” sekaligus motivator bagi masyarakat di SBT,” ungkap Bupati SBT Hi. Abdullah Vanath, S.Sos, M.MP saat diwawancarai Cendana News, di Ambon Selasa (16/6/2015).
Pak Dullah begitu sapaannya, mungkin tidak sedang menghayal. Suami dari Ibu Rohani Vanath ini memang tengah membangun sebuah pondasi ekonomi kerakyatan bagi masyarakat di SBT kedepan melalui pembangunan sektor perkebunan. Impiannya menjadi “Raja Pala” dan petani sukses, merupakan sebuah mega proyek yang sudah digagas di periode kedua masa pemerintahannya sebagai Bupati SBT.
Kini, Bupati SBT dua periode ini, makin mantap dengan langkahnya. Hampir ratusan hektar lahan telah “disulap” menjadi lahan produktif perkebunan tanaman pala. “Yang jadi gubernur sudah banyak, yang jadi bupati sudah banyak dan yang jadi walikota juga sudah banyak. Jabatan-jabatan seperti ini bagi saya sudah tidak menantang, saya suka tantangan baru yakni merubah image profesi petani menjadi profesi mulia,” tandasnya.
Orang nomor satu di kabupaten lading gas dan minyak bumi ini mengungkapkan, keinginannya untuk menjadi “Raja Pala” atau petani sukses, bukan merupakan sebuah impian anyar. Komitmennya meraih impian mulia ini hanya didasarkan oleh kemauannya melanjutkan kejayaan daerah Maluku di mata dunia Internasional, sebagai daerah penghasil pala terbesar.
Disamping itu, besarnya peluang berinvestasi di sektor perkebunan yang cukup menjanjikan, ditambah dengan faktor historis dan kultur daerah Maluku pada umumnya, tentunya prosfek berinvestasi di sektor perkebunan khususnya pala ini akan sangat menjanjikan.
Tak heran, pada 2013 hingga kini, promosi yang dilakukan terkait peluang berinvestasi di sektor perkebunan pala ini makin “nyaring” dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten SBT di bawah kendalinya.
“Saat ini yang kita kejar adalah jumlah populasi tanaman pala ini diperbanyak. Sehingga potensi untuk impor hasil dengan kualitas yang tinggi bisa menarik investor datang ke daerah ini,” ungkapnya.
Demam budidaya pala memang tidak main-main dilakukan. Sejak sang Bupati “menabuh gong” dimulainya proyek budidaya tanaman bernama laitin “Myristica fragrans Houtt” ini untuk memacu animo masyarkat di kabupaten SBT, hampir semua jajaran SKPD (satuan kerja perangkat daerah), terkait lingkup Pemkab SBT didorong untuk ikut ambil bagian.
Starting poin ini dilakukan hanya semata-mata untuk membalikkan opini publik setampat, agar profesi petani yang selama ini oleh masyarakat dianggap sebagai profesi hina dan hanya dilakoni orang-orang miskin dapat dirubah.
“Kedepan saya juga meninginkan, ada masyarakat yang bisa menyekolahan anaknya ke perguruan tinggi terkenal, ada yang bisa menggunakan mobil mewah dan sebagainya, sehingga dapat terjadi perubahan yang besar,” harapnya.
Semua impian itu, bukan “pepesan kosong”. Pasalnya, apa yang dilakukan selama ini sudah mulai menunjukan tanda-tanda yang cukup menggembirakan. Sebagaian besar petani lokal di kabupaten SBT sudah mengusahakan budidaya tanaman pala sebagai modal investasi jangka panjang. Luasan lahan yang dikembangkan untuk budidaya tanaman pala juga cukup besar. Hampir ribuan hektar kini tengah dijadikan sebagai lahan perkebunan rakyat dengan komoditi unggulan tanaman pala.
“Saya ingin mengerahkan sebagian dari rakyat SBT khususnya dan Maluku umumnya untuk tidak semata-mata menumpuk menjadi PNS, politisi di DPR dan profesi lainnya yang selama ini menjadi incaran. Untuk itu harus ada second line yang harus saya lakukan. Dan inilah pilihan yang sedang saya terobos,” bebernya.
Untuk mewujudkan impian mulianya menjadi pelopor pembangunan pondasi ekonomi kerakyatan di bidang perkebunan pala, sang bupati juga mengakui telah membangun kerjasama dengan pihak investor asing yang menguasai pasar rempah-rempah dunia. Investor yang diajak kerjasama adalah Water Line. Water Line merupakan salah satu perusahaan ternama dunia yang selama ini juga menangani perdangangan pala dunia hingga ke Grenada dan beberapa Negara penghasil pala lainnya.
Penjejakan kerjasama dengan Waterline ini cukup menjanjikan bila suatu saat mega proyek ini dimulai. Pasalnya, populasi tanaman pala yang kini dikembangkan oleh petani SBT ditargetkan dalam beberapa tahun mendatang akan mencapai dua jutaan populasi.
Tentunya ini merupakan jumlah populasi tanaman pala yang cukup banyak. Karena Pulau Banda yang selama ini dikenal dengan pulau penghasil pala di Maluku saja, jumlah populasinya hanya mencapai puluhan ribu atau tidak sampai pada angka 100 ribu populasi.
Menyangkut dengan keberadaan Pulau Banda, Bupati SBT yang kini sibuk menekuni profesi sebagai petani pala, mengakui Pulau Banda sudah terkenal di mata dunia sejak jaman penjajahan Belanda sebagai pulau penghasil pala di Maluku, brand image ini sukar untuk dihilangkan. Namun dari jumlah populasi tentunya kedepan SBT akan menjadi penopang nama baik Pulau Banda itu.
“Biarkan nama Pulau Banda itu tetap terkenal, namun kedepan daerah kita (kabupaten SBT) akan menjadi impian yang kini dikejarnya bukan tanpa alasan, karena semua itu sudah dimulainya.
“Saya ingin kedepan ada orang yang menjalani profesi petani memiliki mobil mewah dan menjadi sukses dengan profesi yang disandangnya sebagai seorang petani,” pungkasnya.

——————————————————-
Rabu, 17 Juni 2015
Jurnalis : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-