![]() |
| Objek Wisata |
PADANG – Manufacturing East Asean (MEA) yang akan dihadapi oleh masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) dalam tahun ini akan berakibat pula pada melonjaknya wisatawan mancanegara yang akan datang ke ranah minang.
Tentunya hal ini memaksa para pemandu wisata menguasai berbagai bahasa, bukan hanya bahasa inggris saja. Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Tour dan Travel (Asita) Sumbar, Ian Hanifah.
Menurut Ian, sudah saatnya para pemandu wisata menguasai bahasa lain, seperti bahasa prancis dan mandarin. Karena dari data yang ia miliki wisatawan yang menggunakan bahasa mandain meningkat beberapa tahun belakangan ini.
“Kalau untuk bahasa inggris, para pemandu kita sudah memadai, namun untuk bahasa mandarin dan bahasa prancis masih minim,” ujar Ian saat dihubungi media ini, Jumat (12/6/2015).
Peningkatan kompetensi para pemandu ini juga harus didukung oleh pemerintah, baik itu secara regulasi atau dengan pengadaan pelatihan-pelatihan yang bisa menunjang kemampuan para pemandu.
“Kalau penguasaaan dua bahasa ini dapat ditingkatkan, tentu akan meningkatkan kunjungan dan pendapatan pariwisata serta meninggkatkan ekonomi masyarakat,” lanjutnya.
Hal ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah, apalagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dalam waktu dekat akan membuka jalur penerbangan langsung dari Singapura-Padang. Tentu saja dengan jalur penerbangan itu, jumlah wisatawan akan meningkat secara drastis.
“Persoalan ini harus segara dikerjakan oleh pemerintah, karena kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) ini merupakan faktor penggerak utama dari sektor pariwisata kita,” jelas Ian.
Dihubungi terpisah, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berjanji pihkanya akan meningkatkan kapasitas para pemandu melalui regulasi dan pelatihan-pelatihan bahkan kursus.
“Kami sudah instruksikan kepada Dinas terkait Dinas untuk bisa memberikan pelatihan kepada para pemandu wisata di daerah Sumbar ini, agar para wisatawan mendapatkan pelayanan yang prima,” ujar Irwan.
——————————————————-
Jumat, 12 Juni 2015
Jurnalis : Muslim Abdul Rahmad
Fotografer : DPD Asita Sumbar?
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-