![]() |
| Warga nampak sedang berbelanjan di pasar Tradisonal Mandalika Kota Mataram |
CENDANANEWS (Mataram) – Sebagai langkah upaya mewujudkan pasar tradisional yang bersih, nyaman dan sehat serta teratur, Pemerintah Daerah (Pemda) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelontorkan anggara senilai Rp.30 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Dana tersebut digunakan untuk tiga pasar besar di Kota Mataram, antara lain pasar Kebon Roek, pasar Sweta Cakranegara dan pasar Mandalika Kota mataram.
“Upaya revitalisasi pasar tradisional yang ada di Kabupaten Kota NTB akan dilakukan secara bertahap, tahun ini anggaran senilai Rp. 30 miliar, dengan masing-masing pasar anggaran revitalisasinya sebesar 10 miliar,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Perindustrian NTB, Husni Fahri di Mataram, Sabtu (23/5/2015).
Husni mengatakan, revitalisasi pasar tradisional di seluruh Kabupaten Kota akan terus dilakukan setiap tahun, supaya semua pasar tradisional yang ada bisa tampil sebagai pasar yang jauh dari kesan kumuh.
“Dengan pasar yang bersih, nyaman dan sehat, sehingga masyarakat yang datang berbelanja juga merasa senang,”katanya.
Revitalisasi pasar sendiri akan banyak dilakukan di bagian fisik seperti tempat berjualan dibuatkan dari semen, halaman dan jalan pasar akan dipasangkan paping blok, supaya pas hujan pasar tidak tergenang air, bau dan becek termasuk atap berjualan tidak lagi menggunakan terpal atau ilalang, melainkan akan diatap menggunakan seng atau asbes.
Disebutkan, yang diperlukan melakukan revitalisasi pasar sebenarnya bagaimana menjadikan pasar tradisonal tersebut bisa bersih dan sehat, kalau pasar sudah bersih masyarakat yang datang berbelaja pasti akan merasa senang dan nyaman.
“sudah harga murah, bersih pula, saya kira banyak orang kemudian akan datang berbondong-bondong berbelanja ke pasar tradisional,”katanya.
Lebih lanjut, Husni menambahkan hal lain yang tidak kalah penting dalam proses revitalisasi pasar adalah bagaimana los-los jualan di pasar bisa teratur supaya pembeli juga enak berbelanja, misalkan los penjual sayur, penjual daging, buah maupun bahan kebutuhan lain harus jelas losnya sehingga tertib dan enak dilihat.
Dikatakannya setiap tahun jumlah pasar tradisional yang direvitalisasi mencapai 5-6 dan memang wewenang pengelolaannya ditangani lansung oleh pemerintah Kabupaten Kota setempat. Nanti Kabupaten Kota yang mengusulkan kepada Diskoperindag NTB, lalu kita turun, kalau memang itu layak direvitalisasi nanti kita berikan rekomendasi untuk ditindaklanjuti ke pemerintah pusat.
“Namun yang perlu kita tekankan, sekarang ini saya kira jangan terlalu banyak berbicara PAD dari pasar tradisional, tapi bagaimana mengelola pasar tradisonal itu, biar dia bisa tertib, kemudian orang nyaman berbelanja,”katanya.
![]() |
| Pasar Mandalika Kota Mataram, salah satu pasar yang akan direvitalisasi tahun ini |
——————————————————-
Sabtu, 23 Mei 2015
Jurnalis : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
