![]() |
| Bawah Laut di Objek Wisata Gunung Krakatau |
CENDANANEWS (Lampung) – Kunjungan wisatawan minat khusus ke Gunung Anak Krakatau (GAK) Lampung Selatan Provinsi Lampung kian hari makin mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan tersebut bisa dilihat dari semakin bertumbuhnya beberapa agen perjalanan wisata yang menawarkan paket wisata ke Gunung aktif yang terletak di Selat Sunda tersebut.
Salah satu penghobi wisata petualangan, Miko (25), yang mengaku menyukai wisata alam bebas dari Jakarta saat ditemui di Kalianda mengaku ia berangkat ke Gunung Krakatau tanpa menggunakan agen perjalanan wista dan hanya berangkat bersama beberapa kawan yang menyukai perjalanan ke alam bebas.
“Saya kebetulan pernah ikut trip gabungan, namun sekali kali saya ingin mencoba untuk melakukan kunjungan ke Kraktau dengan sistem Backpacker bersama rekan lainnya,”ungkap Miko kepada media ini Kamis (14/5/2015).
Liburan beberapa hari yang dimulai hari ini (14/5) dan mengambil waktu cuti sehari esok hari digunakan oleh Miko dan beberapa orang yang bekerja di Jakarta untuk berkunjung ke Krakatau. Ia mengungkapkan menyewa perahu nelayan sebesar Rp1juta untuk perjalanan dari dermaga Canti menuju Krakatau dengan seluruh prosedur termasuk izin masuk ke kawasan Cagar Alam Krakatau diurus oleh pemilik perahu yang biasa mengantarkan wisatawan ke Krakatau.
“Terima beres yang penting kami sengaja ingin ke Krakatau dan tidak menginap karena kami rencana akan ke Krakatau sehari lalu melanjutkan perjalanan ke spot wisata lain di Lampung,”ungkap Miko.


Keingintahuan Miko diakui berawal dari keindahan Gunung Krakatau yang dipublish oleh beberapa wisatawan yang pernah ke Krakatau dan mengupload foto foto melalui jejaring sosial Twitter, Facebook maupun media sosial blog.
“Kepo juga sih tapi kemudian kami berniat ke Krakatau karena melihat promosi promosi dari agen wisata yang saat ini mulai menjamur ke setiap destinasi wisata,”ungkap Miko yang mengaku juga akan mengunjungi Teluk Kiluan.
Peran media sosial untuk mempromosikan wisata Gunung Krakatau tersebut juga diakui oleh Randy, salah satu tim dari paket perjalanan wisata Kamikaze Travelling, Randy saat dikonfirmasi oleh CND mengakui saat ini peran media sosial terutama Twitter, Facebook sangat penting untuk mendongkrak wisatawan yang akan berkunjung ke Lampung Selatan.
Randy mengungkapkan KAmikaze Travelling sudah sering melakukan open trip gabungan dengan destinasi utama Gunung Krakatau. Selain Krakatau spot yang ditawarkan diantaranya Lagon Cabe, Pulau Sebesi, Pulau Umang Umang, Pulau Sebuku Besar dan Kecil serta spot menarik lainnya menyesuaikan minat para wisatawan. Selain itu paket diving (menyelam) serta snorkeling menjadi aktifitas wisata yang paling diminati.
“Respon wisatawan dari awal Kamikaze Travelling sangat positif terbukti dari kuota perjalanan yang kami tawarkan sellu full dan tentunya mereka senang setelah mengunjungi Krakatau bersama kami,”ungkap Randy.
Meskipun berbagai promosi dengan jejaring sosial berupa facebook, Twitter serta media sosial blog sudah gencar, namun Randy mengakui minat wisatawan justru banyak berdatangan dari wisatawan dari luar Lampung terutama Jakarta, Jawa Barat. Kurangnya minat wistawan dari Lampung terlihat dari daftar peserta yang berasal dari wilayah Lampung bisa dihitung dengan jari.
“Kemungkinan wisatawan dari Lampung sering ke sini atau memang tidak berminat karena destinasi yang sudah biasa, namun kita ambil sisi positit minat ke Krakatau masih banyak terutama wisatawan dari luar daerah,”ujar Randy.
Peranan biro perjalanan wisata yang menarik para wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisatawan Krakatau diakui Randy juga berdampak positif bagi okupasi hotel yang ada di Lampung dan khususnya di Lampung Selatan. Randy mengakui timnya bekerjasama dengan sejumlah hotel di Lampung untuk para wisatawan yang ingin mengunjungi destinasi wisata di Lampung selain Krakatau.
“Kami selalu bekerjasama beberapa hotel di Lampung apalagi sejak kunjungan wisatawan ke Krakatau harus melalui Lampung,” ungkap Randy.


Randy bersama timnya mengaku upaya untuk mengenalkan wisata Lampung Selatan dan promo Visit Lampung Selatan tak akan berhasil tanpa peran dari pecinta wisata termasuk penyedia jasa wisata. Kamikaze Travelling diakui oleh Randy mengenalkan paket wisata yang memberdayakan masyarakat pemilik homestay di Pulau Sebesi, tour guide lokal, pemilik perahu serta pelaku pelaku jasa wisata lainnya.
“Kalau mengenai biaya, bagi wisatawan merupakan hal yang relatif sebab selama ini tak pernah ada yang komplain terkait biaya apalagi mereka rata rata puas dengan pelayanan yang kami berikan selama berwisata,”ungkap Randy.
Menggeliatnya kunjungan wisatawan ke daerah Lampung Selatan juga disambut positif oleh salah satu pemerhati sektor wisata, Purnomo(34) yang menyukai memancing. Ia mengakui beberapa tahun terakhir ini kunjungan ke destinasi wisata di Lampung Selatan terutama Gunung Krakatau cukup bagus terutama dengan promosi yang lebih masif.
“Wisatawan sekarang kan suka foto, selfie dan juga mempublikasikan pengalamam wisata mereka ke jejaring sosial sehingga menjadi lebih viral,”ungkap Purnomo.
Bahkan Purnomo mengakui dirinya mengajak beberapa rekan untuk memancing di spot mencing Tanjung Tua Bakauheni, lalu dengan sarana Broadcast Messengger membuat kawan kawan lainnya ingin mencoba memancing di spot tersebut.
“Gejala ini menunjukkan Lampung Selatan masih sangat menarik bagi wisatawan dan terutama bagi wisatawan minat khusus terutama memancing, petualangan,” ungkap Purnomo seraya mengungkapkan agar instansi terkait menggandeng biro biro perjalanan wisata yang ada di Lampung Selatan.
Purnomo beralasan, dampak positif bertumbuhnya wisata Lampung Selatan yang banyak menawarkan wisata bahari akan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Bahkan ia menilai warga Pulau Sebesi mulai menata rumah rumahnya untuk bisa dijadikan homestay dan beberapa membuat kerajinan dari kerang laut untuk oleh oleh wisatawan. Ia meegaskan peran media sosial serta pelaku usaha wisata menjadikan Gunung Krakatau dan destinasi wisata di sekitarnya semakin dikenal luas.

———————————————————-
Kamis, 14 Mei 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi / Dokumen Kamikaze Travelling
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-