CENDANANEWS(Lampung) – Malam Vigili Paskah yang dirayakan untuk memperingati Kebangkitan Yesus Kristus dirayakan oleh ratusan umat Katolik di Unit Pastoral Bakauheni Keuskupan Sufragan Tanjungkarang Provinsi Lampung yang berasal dari beberapa stasi di Kecamatan Penengahan yakni Stasi Pasuruan, Stasi Kalianda, Stasi Bakauheni, Stasi Tridharmayoga, Stasi Sumberagung, Stasi Palas dan beberapa wilayah.
Perayaan misa Vigili Paskah yang dijaga ketat puluhan anggota polisi dari Polres Lampung Selatan pada Sabtu malam (4/4/2015) diawali dengan prosesi penyalaan lilin Paskah yang dinyalakan dari sebuah api unggun di depan Gereja Unit Pastoral Bakauheni. Nyala listrik di gedung gereja dimatikan selama prosesi berlangsung dan digantikan dengan api lilin.
Berdasarkan pantauan Cendananews.com arakan arakan prosesi berlangsung khidmad , ratusan umat masuk ke dalam gereja dengan lilin di tangan. Misa malam Paskah di Unit Pastoral Bakauheni dipimpin oleh Romo Bernadus Hariyanto Silaban Pr yang merupakan pastor paroki unit pastoral Bakauheni.
Dalam kotbahnya Romo Bernadus Hariyanto Silaban juga membacakan Surat Gembala bapa Uskup Tanjungkarang Mgr Yohanes Harun Yuwono yang dibacakan dihadapan ratusan umat dengan tema : Mewujudkan Hidup Sejahtera dengan Subtema: Belajar Pluralisme di Dalam Keluarga.
Uskup Keuskupan Tanjungkarang dalam surat gembala Paskah menyoroti adanya kemajuan alat alat komunikasi diantaranya kemajuan tekhnologi yang berdampak bagi masyarakat mudah bertemu dan berdampingan dengan berbagai macam budaya dan agama.
“Zaman semakin modern dan setiap orang bisa melakukan komunikasi dengan berbagai orang dan beragam orang, umat Kristiani harus menyikapinya dengan bijak, ” ungkap Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Sabtu (4/4/2015).
Dalam pesan gembala Paskah Mgr Yohanes Harun Yuwono juga berpesan agar umat Katolik saling solider dan menjaga pluralisme dan tetap menghidupi Dokumen Konsili Vatikan II dimana kegembiraan harapan duka nestapa harus menjadi kekuatan bagi umat Kristiani.
Panggilan berkeluarga dan bermasyarakat harus dikedepankan daripada hidup egois dan bertolak belakang dengan hidup sukses dengan memiliki banyak uang dengan cara cara tidak jujur.
Sementara bagi banyak orang pengangguran masih menjadi masalah bagi kebanyakan masyarakat dan keluarga.
Gereja juga menyoroti kejahatan yang terjadi akhir akhir ini, juga menyoroti banyak anak yang dibesarkan oleh singleparents sehingga menimbulkan dampak psikologis bagi anak anak.
Dalam perayaan malam Paskah atau Vigili Paskah ini juga umat Katolik memperbaruhi janji baptisnya, menerima Komuni dan setelah perayaan usai saling mengucapkan Paskah merayakan kebangkitan Yesus Kristus. Dalam akhir Surat Gembalanya Mgr. Yohanes Harun Yuwono mengucapkan selamat Paskah 2015 kepada seluruh umat Katolik di Keuskupan Tanjung Karang.
Selain perayaan Vigili Paskah, dalam pengumuman di gereja tersebut pada Minggu pagi (5/4/2015) umat Katolik juga masih akan merayakan Misa Paskah pada pagi harinya di beberapa gereja kecil di wilayah Penengahan.
Perayaan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus diawali dalam rangkain Pekan Suci dari Mulai Kamis Putih-Jumat Agung hingga Minggu Paskah.