Pengamat: Temuan Kecurangan UN Potret Buram Pendidikan

Rektor Unram, Prof. Sunarpi

CENDANANEWS (Mataram) – Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Sunarpi mengatakan, temuan kecurangan Ujian Nasional berupa kunci jawaban dari tahun ke tahun seperti yang dijumpai Ombudsman NTB beberapa waktu lalu menunjukan potret buruk pendidikan di Indonesia.
“Saya kira, temuan tersebut sebagai bukti betapa buruknya buruknya dunia pendidikan kita, karena ini tidak hanya baru sekarang terjadi, bahkan sudah berulang kali” kata Sunarpi di Mataram, Jumat (17/4).
Menurut Sunarpi, persoalan UN merupakan permasalahan klasik yang tidak mengalami perubahan. Bahkan, dirinya menuturkan, pada tahun 2010, pihaknya menemukan hasil UN yang tingkat kesamaan antar siswa serupa.
Hal tersebut, kata Sunarpi memperlihatkan bahwa telah terjadi kerjasama dalam mengerjakan UN secara berjamaah. Termasuk pada tahun-tahun berikutnya dimana masih terdapat peredaran kunci jawaban dan kecurangan.
“Kami sudah menduga bahwa dalam pelaksanaan UN akan terdapat kecurangan atau beredarnya kunci jawaban. Apalagi, Perguruan Tinggi (PT) tidak dilibatkan lagi melakukan pengawasan, tahun lalu, pengawasan berlapis. Itu pun masih ditemukan kunci jawaban seperti itu,”sebutnya.
Pihaknya mendukung langkah Kemendikbud yang membuat kebijakan UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Namun, menurutnya, hal tersebut kontradiktif dengan kebijakan lainnya dimana UN menjadi pertimbangan masuk Perguruan Tinggi.
“Sekarang hasil UN dipertimbangkan menjadi syarat masuk PTN. Itu menjadi kontradiktif. Satu sisi Kemendikbud ingin menjadikan potret pendidikan yang baik tapi UN menjadi dasar pertimbangan masuk perguruan tinggi, maka mulai terjadi intervensi dari berbagai pihak,” katanya.

———————————————-
Sabtu, 18 April 2015
Jurnalis : Turmuzi
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...