CENDANANEWS(Lampung) – Mengantisipasi beredarnya makan yang tidak layak konsumsi ditingkat pelajar, khususnya murid Sekolah Dasar di Kabupaten Lampung Utara. Pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan dan Koperindag (koperasi perindustrian dan perdagangan) melakukan inspeksi mendadak di beberapa sekolah dasar di seputaran Kotabumi.
Makanan yang dijajakan oleh pedagang di sekolah dasar biasanya beraneka ragam. Mulai dengan gorengan, makan siap saji seperti nuget dan cimol dijual dengan saos dan kecapnya, sampai aneka makanan ringan dan permen berwarna-warni memikat pembelinya dengan harga murah. Maklum saja anak-anak sangat suka dengan makan seperti itu, dan jatah uang jajannya kecil sesuai dengan jenjang pendidikannya.
Tak jarang para penjaja makanan tersebut, memanfaatkannya dengan melakukan perbuatan nakal untuk mendapatkan untung sebesar-sebesarnya. Terkadang bahan makan tersebut di campur dengan berbagai zat kimia berbahaya, seperti cat buatan atau pengawet makanan berbahaya seperti formalin.
Oleh karenanya, Dinas Kesehatan bersama-sama Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan di kabupaten setempat meninjau jajanan di jajakan di sekolah dasar di seputaran Kotabumi. Seperti SDN 4 Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi, SDN 1 dan Xaverius di Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan.
“Dari hasil sidak yang kita lakukan di 3 sekolah dasar, tidak ditemukan makan mengandung zat berbahaya. Kami sengaja melakukan ini untuk memantau di lapangan agar tidak ada konsumen dirugikan oleh oknum yang tidak bertanggjung jawab. Hanya ada satu makanan tidak ada merk dan tanggal kadaluarsanya, pedagangnya telah ditegur untuk tidak menjual roti tersebut,”kata Kabid Pergadangan Diskoperindag Lampura, Yanuarita, Kamis (9/4/2015).
Beberapa orangtua mengaku kepada Cendananews.com upaya yang dilakukan oleh dinas terkait tersebut sebaiknya dilakukan secara rutin tidak hanya saat saat tertentu. Orangtua sering tidak bisa memantau jajanan apa yang dibeli oleh anak anak mereka sehingga dalam kondisi tertentu jajanan sehat yang ada di sekolah tak bisa terpantau.