Meski Harga Jual Turun Warga Masih Kumpulkan Buah Pinang

Petani Menjemur Pinang

CENDANANEWS(Lampung) – Harga jual buah pinang di tingkat petani Kecamatan Penengahan Lampung Selatan masih mengalami penurunan. Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang petani di Desa Way Kalam Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan Provinsi Lampung, Aminudin (38). 
Aminudin mengungkapkan harga buah pinang saat ini berkisar pada Rp 3.000 per kilo dan harga tersebut diakuinya ditingkat petani yang dibeli oleh pengepul. Menurut Aminudin, buah pinang yang selama ini diambil oleh warga Way Kalam merupakan tanaman pagar sekaligus tanaman yang hasilnya bisa dimanfaatkan.
Namun ia mengakui masih banyak warga Desa Way Kalam yang menanam pohon pinang untuk diambil buahnya selain sebagai tanaman pagar di kebun. Biasanya pengepul akan mendatangi rumah warga yang menjemur buah pinang. Buah pinang tersebut menurut penuturan warga akan dibawa ke Provinsi Jambi untuk pembuatan bahan batik serta keperluan industri lain.
Buah pinang yang dijual oleh pengepul ke pabrik ungkap Aminudin bisa mencapai Rp 
6.000 hingga Rp 7.000 per kilo. Tergantung kualitas pinang tersebut, harga bahkan bisa mencapai Rp 8.000 per kilo hingga Rp 9.000 per kilo jika permintaan sedang banyak dan sedang tidak banyak pinang berbuah. 
Meskipun harganya cukup rendah namun warga tetap menjual buah pinang tersebut sebab buah pinang merupakan hasil sampingan dari berkebun kopi Lampung serta kopi cokelat atau kakao. Buah pinang yang baru dikupas dari kulitnya bisa mencapai harga enam ribuan, dan kalau yang sudah dikeringkan bisa mencapai delapan ribuan ditingkat pengepul.
“Kalau mereka ambil dari kita di kisaran harga 3.000 karena memang untuk biaya transportasi dan ya lumayanlah untuk tambahan uang dapur” ujar Aminudin kepada Cendananews.com Minggu (25/4/2015).
Hasil penjualan buah pinang tersebut tentunya sangat berpengaruh besar terhadap peningkatan perekonomian warga yang sebagian besar berpenghasilan dari berkebun kelapa dalam, kopi,pisang. Karena jika hanya bertumpu kepada penghasilan kebun akan membuat masyarakat masih merasa kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Batang pinang sebagai pagar
Warga lain Samini (34) berharap harga buah pinang bisa lebih bagus, terutama pada saat kebutuhan ekonomi yang harus dipenuhi ia bisa menjual buah pinang disamping menjual hasil kebun lainnya. Buah pinang milik warga biasanya dijemur bersamaan dengan penjemuran kopi.

———————————————-
Sabtu, 25 April 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...