Hidup sehat dalam Suasana Alam Desa Budaya Kertalangu

CENDANANEWS (Denpasar) – Jogging Track sepanjang 4 KM dengan lebar 2 M merupakan sarana umum olahraga murah meriah yang paling diminati warga sekitar Desa Budaya Kertalangu setiap akhir minggu maupun hari-hari libur lainnya.
Diresmikan Pada Tanggal 22 Juni 2007 oleh Walikota Denpasar kala itu,  Puspayoga, langsung mendapatkan respons positif dari masyarakat sekitar Desa Budaya Kertalangu maupun masyarakat Denpasar pada umumnya.
Suasana rindang dan asri, jauh dari keramaian kota menjadi daya tarik tersendiri untuk berolahraga di tempat ini. Seringkali ada yang sengaja datang dari luar Denpasar, yaitu Gianyar bahkan Mengwi, hanya untuk sekedar lari pagi di sini, ungkap Nyoman Sri, seorang peserta Yoga yang kebetulan di temui cendananews.com saat beristirahat di area kolam pancing. 

Jogging Track dimulai dari pintu masuk Monumen Gong Perdamaian Dunia, menyusuri lebatnya pepohonan melewati kolam pancing yang teduh, lalu keluar mendapati area persawahan, area outbond, kemudian memutar melintasi sungai kecil dengan suara gemericik air yang mengalir deras menawarkan sensasi berolahraga bagi setiap orang. Dan sebagai pelengkap maka Zona Kuliner yang menawarkan minuman segar di sepanjang area kolam pancing dapat menghilangkan dahaga usai berolahraga.
Supriadi, pria asal Malang, Jawa Timur yang sedang asyik menunggu umpannya disambar ikan di kolam pancing sedikit menceritakan, bahwa jika di bandingkan dengan taman-taman yang berada di pusat kota denpasar, maka lari pagi atau lari sore di Jogging Track Desa Budaya Kertalangu terasa lebih nyaman dikarenakan suasananya seperti layaknya berada di pedesaan.
“Sambil berolahraga, kita wisata murah meriah juga, jadi seolah mendapat keuntungan ganda,” pungkas Supriadi sambil sesekali memperhatikan kail pancingnya.

Ada pameo bahwa ‘sehat itu mahal’. Namun Jogging track Desa Budaya Kertalangu memiliki cara tersendiri untuk mematahkan pameo tersebut sekaligus mengubahnya menjadi sebuah pameo rakyat yang sangat positif, yaitu : ‘sehat itu sederhana’.

———————————————-
Kamis, 16 April 2015
Jurnalis : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...