Hasil Pertanian Dijual ke Tengkulak karena Buruknya Akses Jalan

Pertanian Cabe di Dusun Tumpangrejo

CENDANANEWS (Malang) – Dusun Tumpangrejo yang berada di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang terpaksa menjual hasil kebunnya ke tengkulak dikarenakan sulitnya akses jalan.
salah seorang petani cabe rawit setempat, Watini menyebutkan, dia beserta petani lainnya sering mengeluhkan buruknya akses jalan yang telah berlasung lama dan belum ada perbaikan. Kondisi itu memperparah nasib petani yang tidak bisa mengembangkan potensi lahan pertanian disana.
“Jalan yang menuju ke Dusun Tumpangrejo memang jelek sejak lama dan belum pernah diperbaiki,”katanya kepada cendananews, Jumat (17/04/2015).
Dia berharap agar akses jalan menuju ke dusunnya bisa segera diperbaiki sehingga mudah dalam mengangkut hasil dari pertaniannya.

Dari pantauan cendananews.com untuk bisa sampai ke lokasi Dusun ini, harus melewati jalanan berbatu yang harus ekstra waspada,  terutama pada musim hujan karena jalanan akan berubah menjadi sangat licin.
Sebenarnya dusun ini bisa di capai dari tiga arah seperti dari arah karangploso, Singosari maupun dari Desa Ngenep seperti yang dilalui Cendana News saat akan menuju dusun Tumpangrejo. Saat melalui jalan tersebut, Cendana News harus beberapakali berhenti untuk mengcek kondisi ban karena takut ban bocor. Perjalanan yang harusnya bisa ditempuh kurang lebih 20 menit jika jalannya bagus, nyatanya baru bisa sampai ke lokasi setelah menempuh waktu hampir satu jam.
Berdasarkan pantauan Cendana News di lapangan, sebenarnya kawasan dusun Tumpangrejo sangat berpotensi dijadikan lahan pertanian. Karena di dusun ini banyak sekali petani yang membudidayakan tanaman cabe maupun tebu. Di kanan kiri dusun Tumpangrejo banyak terlihat tanaman cabe rawit maupun cabe besar.
Namun karena kendala jalan transportasi yang masih buruk, membuat pertanian disini kurang berkembang. Jalan yang rusak juga menyebabkan petani susah untuk menjual hasil panennya langsung ke pasar, sehingga para petani lebih memilih menjual ke tengkulak daripada langsung ke pasar.

———————————————-
Jumat, 17 April 2015
Jurnalis : Agus Nurchaliq
Fotografer: Agus Nurchaliq
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...