Bapak ini Menyambung Hidup dengan Menjala Ikan

Budiono menebar jala di parit
CENDANANEWS (Lampung) – Banyak cara dilakukan oleh warga untuk mencari penghasilan tambahan. Tak terkecuali yang terjadi di salah satu daerah di Lampung Selatan ini. Budiono salah satunya, laki laki berumur sekitar 40 tahun ini sehari hari adalah petani serta terkadang menjadi buruh tani. Namun disaat musim bertani sudah agak longgar ia menyempatkan diri untuk mencari ikan di parit atau saluran air di Kecamatan Ketapang Lampung Selatan.
Budiono saat dijumpai Cendananews.com sedang menebar jala di pinggir pinggir parit yang menjadi saluran pengariran untuk pertanian dan areal tambak yang luasnya mencapai ratusan hektar di Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Sragi. Ia mengaku tinggal di Kecamatan Sragi, namun demi mendapat ikan yang dicarinya dengan dijaring ia rela menggunakan kendaraan roda dua yang sudah cukup renta untuk menuju Kecamatan Ketapang.
“Saya kan petani dan buruh tani, ini lagi musim menjelang padi menguning jadi saya biasa ke sini kalau siang sampai sore menggunakan jala, kadang bersama anak tapi kadang bersama kawan kawan lainnya,” ungkap Budiono, Selasa (21/4/2015).
Ikan hasil tangkapan yang diperoleh oleh Budiono biasanya sengaja dibawa pulang untuk lauk pauk bagi keluarganya. Beberapa ikan diperoleh Budiono diantaranya ikan Mujahir, Ikan Nila, Ikan Gabus, Ikan Belanak serta jenis ikan lain. Berbekal penutup kepala dari kain kumal dan wadah yang disebut “kempis” Budiono menyusuri jengkal demi jengkal parit untuk mendapatkan ikan.
Jika sedang beruntung ia pun mendapatkan ikan ataupun udang jenis windu. Kedua jenis ikan tersebut merupakan ikan yang dibudidayakan ditambak namun biasanya karena banjir serta luapan air ketika musim hujan menerjang tambak maka ikan ikan yang biasa hiduo di tambak tersebut justru ada di sungai.
“Lumayan mas dapat ikan untuk anak anak saya kebetulan saya kan punya anak yang suka ikan, kalau mau beli mahal maka saya mencari ikan di parit parit ini,” ungkap Budiono.
Budiono mengaku, menjadi penjala ikan adalah cara untuk bertahan hidup ditengah sulitnya mendapatkan pekerjaan. Apalagi ia mengaku meskipun pemerintah gencar melakukan pemberian bantuan warga miskin ia mengaku tahun ini tak memperolehnya.
“Tahun kemarin sih dapat tapi entah kenapa tahun ini sudah ga dapat lagi, katanya sih gantian sama yang lain yang lebih membutuhkan ya sudah saya mengalah saja,” ungkap Budiono yang mengaku memiliki tiga orang anak ini.
Ia mengaku sehari-harinya mencari ikan di parit tersebut, atau di beberapa parit lain yang banyak terdapat di daerah tersebut. Cara itu menurut Budiono dilakukan untuk bisa memberi makan anak anak dan isterinya.
Budiono menunjukan hasil tangkapannya
Jika sedang ada lauk di rumah serta mendapat tangkapan dari menjaring ikan, Budiono pun terkadang menjualnya kepada tetangga di kampungnya yang ada di Kedawung, Kecamatan Sragi.
“Kalau lagi dapat banyak, Alhamdulilah Rp 20 ribu – Rp 50 ribu perhari karena tergantung lokasinya mas,” ungkap Budiono.
Meski berpenghasilan terbatas Budiono mengaku menjadi penjala dan penjual ikan segar dengan hanya mengandalkan jaring pun kini menjadi profesi yang harus dijalani. Ia mengaku tetap mencari usaha yang halal demi menghidupi anak anaknya yang akan senang jika ia membawa uang atau ikan hasil tangkapan dengan jaring yang dimilikinya.
Selain Budiono, beberapa penjala ikan lain yang berprofesi sama dengan Budiono juga terlihat di parit tersebut. Meski menjaring secara perorangan biasanya mereka datang serta pulang secara berombongan. Bahkan tak jarang jika hasil menjaring sedikit hasilnya disatukan lalu dijual secara berkelompok kepada warga dan uangnya dibagi rata.

———————————————-
Selasa, 21 April 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...