
CENDANANEWS – Menyikapi permasalahan modal dalam mengembangkan usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Payakumbuh, Sumatera Barat, Pemerintah Kota mempertemukan perbankan dan BUMN dengan Pengusaha untuk merumuskan dan mencari jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi.
Sekdako Payakumbuh, Benni Warlis saat membuka temu mitra tersebut menyebutkan, pelaku usaha mikro dan kecil akan menjadi menengah dan besar, jika seluruh perbankan dan BUMN ikut membina pelaku usaha mikro dan kecil itu. Di antaranya, selain melakukan pendampingan usaha, tapi ikut memberikan dana CSR untuk penguat modal usaha.
“Jika usaha mikro dan kecil sudah sehat, maka pertumbuhan ekonomi daerah juga akan lebih kuat, dan dampaknya adalah kesejahteraan masyarakat,” tegas Benni, seperti dikutip dari website resmi pemda di Payakumbuh, (13/03/2015).
Namun Persoalan modal masih menjadi problema bagi pelaku usaha mikro. Dikatakan, program yang diluncurkan pemerintah sudah cukup baik, dengan memberikam KUR untuk pelaku usaha mikro, tanpa agunan. Tapi, kenyataan di lapangan, masih ada di antara bank belum secara total menyalurkan KUR. Di bagian lain, pelaku usaha juga masih ada yang tak disiplin mengembalikan pinjaman yang diberikan. Sehingga, menjadi pinjaman macet yang jumlahnya lumayan besar.
Karena itu, pemerintah meluncurkan program alternatif dengan membuka akses ke dana CSR (coorporate social responsibility) BUMN yang ada di Sumatera Barat. Program ini juga dikenal dengan PKNL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) yang dimiliki oleh seluruh BUMN di Indonesia. Harapan sekdako, kehidupan UMKM di Payakumbuh akan semakin sehat, agar pertumbuhan usaha mikro dan kecil di Payakumbuh semakin sehat dan kuat.
Data di Dinas Koperindag, perkembangan UMKM di Payakumbuh pada beberapa tahun terakhir, tercatat 14.529 usaha mikro, 5.075 usaha kecil, dan hanya 202 pelaku usaha yang tergolong usaha menengah dan besar. Jika seluruh perbankan dan BUMN ikut membina pelaku bisnis ini, bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi Payakumbuh akan mencapai 7 sampai 8%, sebut sekdako.
Gelar acara dari program kemitraan dan bina usaha itu, menghadirkan sejumlah perbankan dan BUMN yang ada di Sumatera Barat. Sebanyak 40 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di kota ini ikut serta dalam pertemuan itu. Sekdako Payakumbuh H. Benni Warlis yang membuka temu mitra itu berharap, agar jajaran perbankan dan BUMN punya tanggung jawab moral menyehatkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, dengan menyalurkan dana CSR buat bantuan modal.
Sebelumnya, dalam laporan Kepala Dinas Koperindag diwakili Sekretaris Dinas Koperindag, Yunida Fatwa, temu mitra sehari itu menghadirkan pemateri Usman (PT. POS Indonesia), Afri Erizon (PT. Angkasa Pura II Cab. BIM Padang) dan Drs. H. Syamsurianis (PT. Semen Padang).
———————————————————-
Jumat, 13 Maret 2015
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-