Keripik Apel Cemilan Bermamfaat Bagi Kesehatan

Kripik Apel, Cemilan Bermamfaat Bagi Kesehatan [Foto Cendananews – Agus Nurhaliq/3/15]

CENDANANEWS – Apel merupakan salah satu buah yang memiliki cukup banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, diantaranya pencegah diare, memperkuat sistem imun, dan membuat organ jantung lebih sehat serta masih banyak lagi manfaatnya bagi kesehatan. Selain dapat dimakan secara langsung, buah Apel juga bisa digunakan sebagai bahan olahan bebagai jenis camilan dan minuman seperti teh apel, jenang apel, wingko apel dan keripik apel. Dari beberapa jenis olahan apel, keripik apel yang paling banyak terlihat di jual di kios oleh-oleh dan paling banyak diminati masyarakat karena rasanya yang manis dan renyah ketika di gigit.
Bertempat di Dusun Gerdu Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu, Provinsi Jawa Timur Kris Suwito (44) salah satu produsen keripik apel yang sudah mulai merintis usaha keripik apel kurang lebih sejak 2 tahun yang lalu mengatakan bahwa, “untuk tahap awal yang harus dilakukan agar mendapatkan hasil keripik apel yang manis dan renyah kuncinya adalah pemilihan bahan baku yang bagus”, ucapnya mengawali perbincangan dengan Cendananews Senin (9/3/2015).
Bahan baku yang bagus didapat dari buah Apel yang sudah tua atau sudah benar-benar siap panen (buah sudah berumur 4-4,5 bulan) karena jika buah apel yang digunakan masih terlalu muda maka rasa keripik yang dihasilkan tidak akan enak, lanjutnya. Semua jenis apel dapat dijadikan keripik apel, tapi untuk produksi keripik apelnya dia 90% menggunakan apel manalagi sebagai bahan bakunya, karena rasanya yang lebih manis dibandingkan dengan jenis apel lainnya, sambung Kris.
Tahap selanjutnya, Kris menjelaskan bahwa buah apel yang sudah dipilih tadi kemudian di kupas hingga bersih dan dilanjutkan pada proses perajangan atau memotong apel tipis-tipis. Proses pemotongan ini dapat dilakukan dengan mesin maupun secara manual. Untuk Kris sendiri lebih memilih memotong secara manual, karena jika menggunakan mesin menurut Kris meskipun proses pemotongannya lebih cepat, tetapi potongan dan bulatan apel yang dihasilkan tidak seperti yang dinginkan.
Setelah apel selesai dipotong, selanjutnya potongan apel tadi dimasukkan kedalam frezer kurang lebih 14 jam hingga menjadi es yang kemudian dilanjutkan pada proses penggorengan menggunakan mesin vacuum frying selama 2,5 jam.
Setelah matang, kemudian keripik apel di keluarkan dari mesin penggorengan dan disortir kembali berdasarkan ukuran (kualitas 1 dan 2) setelah itu didiamkan didalam plastik selama 1 malam untuk menghilangkan panasnya agar keripik apel menjadi lebih renyah. Setelah itu, barulah keripik apel kemudian dimasukkan kedalam kemasan aluminium foil dan di tempel merk dagang.
“Setiap harinya dengan di bantu 5-6 pekerja yang berasal dari linggkungan sekitar, dirinya dapat memproduksi hingga 35 kg keripik apel per hari dimana 1 kg buah apel hanya akan menghasilkan 1,2 ons keripik apel”, ujar Kris.
Kris Suwito  mengungkapkan untuk memasarkan keripik apel gampang-gampang susah. Kris yang pada awalnya menggunakan sistem pemasaran dengan cara menitipkan keripiknya ke beberapa kios oleh-oleh mengalami jalan yang tidak mengenakkan karena meskipun  keripik yang dititipkan di kios-kios tersebut habis tetapi uangnya tidak dibayarkan kepadanya “barang habis, uangpun ludes”, ucap Kris.
Dari pengalaman tersebut akhirnya Kris merubah cara pemasarannya, dengan cara “ada uang ada barang”. Pelanggan yang ingin membeli keripik apelnya bisa datang langsung ke rumahnya yang berada  ataupun bisa memesannya terlebih dahulu. Harga keripik apel untuk kualitas nomor 1 di patok dengan harga Rp. 100.000,-/kg sedangkan untuk kualitas nomor 2 di patok dengan harga Rp. 60.000,-/kg. Produksi keripik apelnya  sudah dipasarkan di Jakarta, Medan hingga di beberapa daerah di Kalimantan. Selain buah apel, keripik apel juga yang paling sering dicari wisatawan sebagai oleh-oleh dari Kota Batu.
“Untuk kedepannya Kris Suwito ingin memiliki toko sendiri diluar daerah Malang raya untuk bisa menjual keripik apelnya, karena jika membuka toko di daerah Malang raya dia akan kalah bersaing dengan toko yang sudah terlebih dahulu ada”, tutupnya.

———————————————————-
Senin, 9 Maret 2015
Jurnalis/photo : Agus Nurchaliq
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...