
Beberapa warga lainnya mengaku dalam dua bulan terakhir sudah belasan kali Pekon Kembahang menjadi sasaran pelaku pencurian, mulai dari pencurian biji kopi yang di jemur di halaman rumah, kulit kayu manis yang dikupas di batang, ayam, bahkan karungan buah labu juga tidak luput dari sasaran pencurian.
“Dua bulan ini sudah belasan kali kami kemalingan. Kebetulan saja ini yang tertangkap, kalau tiba-tiba damai siapa yang jamin tidak ada maling lagi beraksi di pekon ini. Justru kami minta pelaku agar diusut tuntas termasuk menangkap setiap yang terlibat sehingga kampung kami ini bisa aman seperti dulu,” ujar beberapa warga lainnya.
Atas permintaan tersebut, Peratin Pekon Kembahang, Materil meminta data warga yang menjadi korban pencurian. Itu untuk disampaikan ke kepolisian sebagai bahan untuk mengungkap rangkaian peristiwa pencurian yang meresahkan warga.

Materil juga mengungkapkan untuk mencegah terjadi lagi aksi pencurian, peratin bersama warga menyepakati untuk mengaktifkan Ronda malam. Warga di jadwal secara bergantian untuk berjaga di malam hari di masing-masing pemangku.
“Jadi sekarang sedang kami data di masing-masing pemangku untuk menentukan jadwal ronda malam,” kata dia.
Apalagi, lanjut dia, tidak lama lagi petani akan melangsungkan panen raya kopi, sehingga harus di ambil langkah antisipasi guna memberikan rasa aman.
”Akhir bulan empat sudah masuk panen raya kopi, kami harus aktifkan ronda malam supaya petani tidak was-was. Bayangkan setiap halaman rumah warga penuh tumpukan kopi yang baru diputil, kalau situasi tidak aman kasian dengan warga,” tutupnya.
Sebelumnya, puluhan warga Pekon Kembahang, Kecamatan Batubrak, Lampung Barat berkumpul di kediaman peratin setempat pada Sabtu (14/2) lalu, terkait keresahan warga akibat kerap terjadinya aksi pencurian pada malam hari sejak dua bulan terakhir.
Rembuk warga yang berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB hingga 22.30 itu meminta aparat kepolisian melanjutkan proses hukum Jusan (20), warga Pekon Bahway, Kecamatan Balikbukit yang sebelumnya tertangkap setelah sempat hendak mencuri kopi di halaman salah satu warga Kembahang.
”Kami berkumpul di rumah peratin karena perwakilan keluarga pelaku sempat datang minta berdamai dengan keluarga korban. Bukan tidak menerima niat baik mereka, tapi kami sepakat agar pelaku diproses sesuai hukum untuk memberikan efek jera,” kata beberapa warga kepada peratin.