Bank sentral Amerika Serikat atau FED, dinilai masih mungkin menaikkan suku bunga. Kebijakan tersebut masih mungkin dilakukan maksimal satu kali lagi di tahun ini.
Setelah pengumuman keputusan bank sentral tersebut, indeks dolar AS membalikkan kenaikannya dan turun secara signifikan, yang pada gilirannya mendukung emas dalam perdagangan elektronik.
Pakar ekonomi yang juga dosen Universitas Indonesia, Faisal Basri memprediksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2019 bakal sangat berat dan diperkirakan menurun
Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank, Kamis pagi, melemah sebesar 63 poin menjadi Rp14.505 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.442 per dolar AS.
Seorang pejabat senior Federal Reserve AS (Fed) mengatakan, suku bunga mendekati tingkat netral. Namun demikian, konsep suku bunga netral bisa kurang berguna, jika kondisi ekonomi menjadi lebih normal.
Kurs dolar Amerika Serikat (AS) memperpanjang pelemahannya terhadap mata uang utama lain, di akhir perdagangan Rabu (28/11/2018) Waktu Amerika, atau Kamis (29/11/2018) WIB.
Ketua Federal Reserve (Fed) AS, Jerome Powell, mengatakan, suku bunga acuan bank sentral (Fed) mendekati tingkat netral. Hal tersebut diklaim, hasil dari upaya modifikasi yang telah dilakukan dua bulan lalu.