“Kelompok bersenjata menghadang sebuah bus yang hendak menuju Kenya utara sore ini. Kami menduga al Shabaab terlibat," katanya, merujuk pada kelompok gerilyawan dari Somalia.
Serangan oleh Tentara Nasional Libya (LNA) sekejap berhenti, dan kedua pihak menggunakan drone serta pesawat tempur untuk melancarkan serangan udara di tengah pertempuran sporadis.
Amerika Serikat mengatakan, tidak akan membiarkan gerilyawan memanfaatkan konflik antara faksi timur dan faksi barat, di sekitar ibu kota Tripoli untuk melindungi diri mereka sendiri.
"Itu jelas senjata Iran, karena itu kami ingin Iran bertanggung jawab atas serangan ini," kata Jubeir, yang menolak merinci tindakan spesifik yang akan diambil untuk merespons serangan itu.
"Saya berada di dekat jendela ketika mendengar pesawat tempur diikuti pengeboman. Saya lantas pingsan, dan ketika tersadar, jendela dan tembok sudah menimpa punggung saya," kata Assem Mohammed Ismail, salah satu penyintas yang dirawat di…