Tindakan itu diambil sebagai tanggapan atas tindakan keras militer Myanmar terhadap pengunjuk rasa damai yang menentang pengambilalihan yang menggulingkan pejabat terpilih termasuk pemimpin Aung San Suu Kyi.
Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi yang berkedudukan di Norwegia, Telenor mengumumkan, pihaknya telah mengembalikan jaringan Internet di Myanmar, Minggu (6/2/2021).
Ribuan orang turun ke jalan-jalan di Yangon, Sabtu (6/2/2021), mengecam aksi kudeta oleh militer. Dalam aksinya mereka menuntut pembebasan pemimpin terpilih, Aung San Suu Kyi.