Saat ini impor barang konsumsi mencapai 49,69 juta paket. Angka itu mengalami pertumbuhan 250 persen dibanding tahun lalu (2018) yaitu 19,57 juta paket.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslani, berharap kebijakan pengendalian impor barang konsumsi melalui penyesuaian tarif pajak penghasilan (PPh) tidak mengirim sinyal proteksionisme kepada dunia luar.