Sekretaris DKP Simeulue Carles di Simeulue, Kamis, mengatakan ekspor gurita itu dilakukan PT Perindo yang tahap awal dikirim sebanyak 15 ton ke negara matahari terbit tersebut.
Namun pada 2020, harga jual gurita turun drastis menjadi Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram, hingga di 2021 kisaran harganya pun Rp20 ribu per kilogram.
Potensi gurita, yang ada di perairan Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat menjanjikan. Namun, hingga kini belum banyak dimanfaatkan nelayan, karena tidak banyak kelompok nelayan yang fokus menangkap gurita, untuk…
"Permintaan ekspor gurita dari kedua negara itu tinggi, sehingga hampir sepanjang tahun para pengusaha kita melakukan ekspor untuk memenuhi permintaan negara-negara tujuan tersebut," katanya.
Kegiatan ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga terlabih saat pandemi Corona, pendapatan yang diperoleh sangat membantu di tengah sulitnya memperoleh penghasilan.
Nelayan gurita di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap pemerintah bisa mendatangkan investor dan membeli gurita tangkapan nelayan sebab selama ini nelayan menjualnya ke pabrik di Kabupaten Sikka.