Galakkan Gerakan Literasi, Dispusip Gunungkidul Gelar Bimtek Penulisan Konten Budaya Lokal

GUNUNGKIDUL – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Gunungkidul menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Konten Budaya Lokal 2 angkatan dimulai angkatan 1 selama tiga hari sejak Rabu hingga Jumat (14-16/5/2025).

Acara yang terselenggara di Gedung Lantai 3 Dispusip Gunungkidul ini dibuka oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih pada Rabu pagi.

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan, gerakan literasi harus terus tumbuh.

“Dalam menekuni gerakan literasi juga jangan mudah patah semangat. Jika belum berhasil harus bangkit, coba lagi, coba lagi,” paparnya.

Sesi 1 acara Bimbingan Teknis Penulisan Konten Budaya Lokal dipandu oleh Dr. Ratun Untoro dari Balai Bahasa Yogyakarta. Sebanyak 60 peserta yang terdiri dari pustakawan, pegiat literasi, guru, dan masyarakat umum mengikuti acara dengan penuh khidmat.

Dr. Ratun Untoro dari Balai Bahasa Yogyakarta dalam acara Bimtek Penulisan Konten Budaya Lokal Gunungkidul. Foto: Dok Dispusip Gunungkidul

 

Para peserta diminta menulis artikel populer dengan tema yang terkait dengan seni pertunjukan, upacara adat, permainan tradisional, dan tentang situs yang ada di Gunungkidul.

Dalam sesi 1 tersebut, Ratun Untoro menyampaikan soal dasar-dasar penulisan. Salah satunya adalah soal logika dalam penulisan. Logika penulisan ini berperan penting membangun keutuhan tulisan.

“Jangan lupa pertimbangkan sudut pandang keunikan obyek,” ujar Ratun Untoro.

Sesi 2 narasumber yang dihadirkan sastrawan Hasta Indriyana yang menyampaikan perihal kearifan lokal.

Menurut Hasta Indriyana, khazanah kearifan lokal Gunungkidul cukup banyak dan tentu saja sangat menarik untuk digali.

“Semangat penulis jangan instan, harus mau menggali kekayaan khazanah kearifan lokal yang ada di sekitar,” tegasnya.

Pada sesi 3 ditutup oleh sastrawan Satmoko Budi Santoso yang menyampaikan perihal pengantar kebahasaan dan Artificial Intelligence (AI).

Sastrawan Satmoko Budi Santoso dan salah seorang peserta Bimtek Penulisan Konten Budaya Lokal Gunungkidul. Foto: Dok Dispusip Gunungkidul

 

Satmoko menyarankan bahwa AI hanya sebagai fasilitas yang membantu dalam proses penulisan. Hanya untuk merangsang imajinasi dan memacu gagasan.

“Sebaiknya tetap menempuh laku riset, terjun langsung ke lapangan, dan menuliskan hasil riset dalam bentuk artikel populer yang memikat. Jadi jangan sampai justru dibuatkan oleh AI,” kata Satmoko.

Para peserta Bimtek terlihat cukup antusias mengikuti acara hingga selesai. Banyak peserta yang bertanya di setiap sesi.

Simon Sudarman, salah seorang peserta Bimtek Penulisan Konten Budaya Lokal Gunungkidul sedang mengajukan pertanyaan. Foto: Dok Dispusip Gunungkidul

 

Program Bimtek ini nantinya akan diakhiri dengan penerbitan buku yang berisi tulisan artikel populer karya para peserta. ***

Lihat juga...