Menteri Kebudayaan Ingatkan Jejak Peradaban yang Hancur di Gaza
JAKARTA 14 Maret 2025 – Komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan rakyat
Palestina, tidaklah diragukan lagi.
Sebagai pengingat akan perjuangan bangsa Palestina melawan penjajahan zionis Israel, dalam bulan Ramadhan tahun ini Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban menyelenggarakan kegiatan Indonesia Bersama Palestina “Ramadhan Kemenangan dan Solidaritas.”
Kegiatan yang juga dihadiri oleh masyarakat Palestina di Indonesia ini diselenggarakan di Puri Ardhya Garini, Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
Perwakilan Majelis Ulama Indonesia, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, pada sambutannya membuka acara menyebutkan bahwa hari ini menjadi saksi perjuangan kita terhadap Bangsa Palestina.
Terhitung kemenangan perjuangan Palestina menurutnya harus disambut dengan cara yang beradab. Atas nama MUI, beliau mengucapkan syukur karena selama ini Indonesia konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina, kita harus bersatu padu, mulai dari pemerintah hingga rakyat Indonesia.
Setelah disambung dengan pembacaan nasyid yang menceritakan perjuangan Palestina, Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, turut memberikan sambutan.
Pada sambutannya Hidayat Nur Wahid menyampaikan sikap resmi para Presiden Indonesia yang senantiasa mendukung Palestina.
Begitu pun menurutnya dengan konstitusi, selama lembaga konstitusi masih ada, sikap
Indonesia tetap mendukung Palestina. Acara ini mengingatkan kita akan komitmen mendukung Palestina.
Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta juga turut menyampaikan bahwa sekarang ini kita
memasuki tahap penting yakni pemulihan Gaza, sehingga dukungan bagi kemerdekaan
Palestina akan berlangsung terus menerus.
Kesempatan ini merupakan bukti kuat mulai dari Menteri hingga rakyat Indonesia konsisten mendukung perjuangan Palestina.
Menteri Kebudayaan yang memberikan sambutan terakhir sebelum berbuka puasa mengutarakan kebahagiaannya bisa berada disini dalam acara ini.
Menurutnya Ini kehormatan baginya untuk ikut mendukung Palestina sebagai negara merdeka.
Menbud RI menjelaskan jika ini sesuai dengan amanat konstitusi kita bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.
“Bayangkan, disaat kita di sini bersiap untuk berbuka, di Palestina saudara kita terjebak dalam penjajahan. Kehancuran ini juga menimpa situs-situs budaya, seniman, dan budayawan. Hak mereka ini terancam,” jelas Menbud.
Menteri Fadli menjelaskan UNESCO mencatat kerusakan pada 83 situs sejak 7 Oktober 2023, termasuk 11 situs keagamaan dan 53 bangunan yang bernilai sejarah dan/atau artistik, 3 tempat penyimpanan benda budaya bergerak, 8 monumen, 1 museum, dan 7 situs arkeologi.
Begitupun dengan hancurnya benda-benda cagar budaya di Palestina yang tidak terhitung.
“Belum lagi standar ganda dan kemunafikan yang diterapkan di forum dunia ketika berhadapan dengan Barat,” terangnya.
Melalui Indonesia Bersama Palestina “Ramadhan Kemenangan dan Solidaritas”, Yayasan
Persahabatan dan Studi Peradaban berharap perjuangan Palestina untuk merdeka tetap diingat oleh bangsa Indonesia.
Menbud menjelaskan pada seluruh tamu yang hadir, mulai dari anggota yayasan, LSM, dan penduduk Palestina di Indonesia, bahwa Indonesia siap berkomitmen untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Acara ditutup dengan pengalungan keffiyeh atau sorban asal Palestina oleh ketua Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban, Dr Ahed Abu Al-Atta, kepada para pembicara yang hadir, yakni: Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, Perwakilan Majelis Ulama Indonesia, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, dan Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta.
Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban berusaha terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak di Indonesia tentang isu-isu terkini di Gaza melalui jalur literasi. ***