UMBY Masuk 10 Besar Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Yogyakarta
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
YOGYAKARTA, Cendana News — Didirikan oleh adik kandung presiden kedua RI HM Soeharto, yakni Probosutedjo pada 1986 silam, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus mengalami perkembangan pesat dan semakin mengukuhkan diri menjadi salah satu universitas terkemuka di Yogyakarta.
Selain mengalami peningkatan jumlah mahasiswa secara signifikan setiap tahunnya, UMBY saat ini juga tercatat menempati posisi 13 universitas terbaik di Yogyakarta.
Hal tersebut dikemukakan Rektor UMBY, Dr Agus Slamet STP MP, di sela acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun ajaran 2022/2023 di kampus III Condongcatur, Sleman, Rabu (07/09/2022).
“UMBY saat ini menempati posisi 13 universitas terbaik di Yogyakarta. Dimana dari jumlah itu 4 universitas merupakan universitas negeri. Sehingga untuk kategori perguruan tinggi swasta, UMBY masuk dalam jajaran 10 besar kampus terbaik,” ungkapnya kepada Cendananews.
Memiliki enam fakultas, serta 16 program studi unggulan, sebanyak tujuh prodi UMBY tercatat telah memiliki akreditasi A atau sangat baik dari BAN-PT. Sementara sisanya memiliki akreditasi B atau baik. Dengan capaian inilah, UMBY kini semakin diminati oleh mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kita bersyukur kepercayaan masyarakat terhadap UMBY semakin meningkat. Terbukti dari kenaikan jumlah mahasiswa setiap tahun. Pada tahun ini tercatat ada 2497 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan PKKMB. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 2.200 mahasiswa,” ungkapnya.
Digelar secara luring atau tatap muka untuk pertama kalinya sejak masa Pandemi Covid-19, kegiatan PKKMB UMBY tahun ajaran 2022/2023 ini berlangsung semarak. Sejumlah pembicara hadir untuk memberikan bekal serta arahan bagi seluruh mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Penyelenggaraan PKKMB tahun ini hanya kita gelar selama 2 hari. Lebih singkat dari biasanya, karena masih dalam suasana transisi masa new normal. Yakni dengan penekanan pada penggunaan kurikulum Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa asal kabupaten Boven Digoel, Papua Timur, Hendrika Katarina, mengaku tertarik menempuh studi di Yogyakarta khususnya UMBY karena ingin menambah pengalaman sarta mencari ilmu dalam bidang akuntansi.
“Karena Papua Timur merupakan propinsi baru sebagai hasil pemekaran. Sehingga masih butuh SDM dalam jumlah besar. Harapannya setelah lulus nanti bisa pulang ke kampung halaman untuk berkontribusi mengembangkan daerah asal,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan mahasiswa lain asal Flores NTT, Guido Edwin Plasedo. Ia mengaku masuk ke prodi peternakan, karena ingin memaksimalkan potensi di sektor peternakan yang ada di daerah asalnya.
Ia berharap setelah lulus nantinya, bisa ikut berperan dalam memajukan sektor peternakan di Flores.
“Targetnya bisa lulus dalam waktu 3,5 tahun. Lalu pulang ke kampung halaman untuk mengembangkan sektor peternakan disana,” harapnya.